The news is by your side.

Sanskrit dan Islam Asia Tenggara: Bumi Pertiwi itu Syirik?

Istilah “pesantren” juga berasal dari bahasa Tamil, yakni “santri” (lit. “murid yang belajar kitab suci Weda”), sedangkan dalam bahasa Sanskrit disebut “sastri.” Sementara itu, kitab suci Weda dalam bahasa Sanskrit disebut “sastra.”

Apakah sebagai seorang Muslim kita dilarang menggunakan istilah “guru”? Apakah sebagai seorang Muslim kita dilarang menggunakan istilah santri? Apakah sebagai seorang Muslim kita juga dilarang menggunakan istilah sastra? Apakah sebagai seorang Muslim kita juga dilarang menggunakan istilah bumi “pertiwi”? Apakah sebagai seorang Muslim kita juga dilarang menggunakan nama “Sri” karena sebagai pemujaan terhadap Dewi Sri sebagai “dewi padi”? Bila menggunakan nama “Sri” dilarang, maka nama ibukota negara Brunai Darussalam seharusnya diganti, karena itu tanda kesyrikan menyembah Dewi Sri. Bila menggunakan nama “Sri” dilarang, maka semua gelar kehormatan “Dato’ Sri” di Malaysia seharusnya dihilangkan. Begitu juga penggunaan istilah “guru” dalam lembaga pendidikan Islam seharusnya dibuang, karena sebutan “guru” asalnya mengandung makna “pengajar kitab suci Weda.” Apakah Anda sepakat membuang semua istilah Sanskrit dalam bahasa kita, termasuk istilah guru, santri, sastra, dewi, Sri, dan pertiwi?

Quran terjemahan bahasa Hindi, diterbitkan dengan menggunakan aksara “Dewa-nagari.” Quran terjemahan bahasa Hindi ini diterbitkan oleh penerbit Salafi, Dar as-Salam, Saudi Arabia. Menariknya, Qs. As-Syam 91:1-2 teks terjemahan bahasa Arab dan Hindi tertulis demikian.

والشمس وضحها
والقمر اذا تلها

qasam hai Surya ki aor us ki dhap ki
qasam hai Candra ki jab ke pice aye

Istilah والشمس (wa Al-Syams), diterjemahkan “qasam hai Surya ki”, sedangkan istilah والقمر (wa Al-Qamar), diterjemahkan “qasam hai Candra ki.” Dalam bahasa Sanskrit, “Surya” sepadan dengan “Syamsun”, dan “Candra” sepadan dengan “Qamarun”. Apakah penerbit Salafi di Saudi Arabia mengajarkan kemusyrikan karena mengajarkan bersumpah demi Dewa Surya, sebagai dewa matahari? Apakah penerbit Salafi di Saudi Arabia mengajarkan kemusyrikan karena mengajarkan bersumpah demi Dewi Candra, yakni dewi bulan? Apakah penerbit Dar As-Salam di Saudi Arabia mengajarkan penggunaan aksara yang bernuansa kemusyrikan karena Quran terjemahan bahasa Hindi diterjemahkan dengan menggunakan aksara “Dewa-nagari”?

Baca juga resensi buku lainnya :

  • Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
  • Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
  • Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
  • Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
  • Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.
Leave A Reply

Your email address will not be published.