Beda Darul Islam dan Daulah Islamiyah. Indonesia Masuk Mana?
Kedua, dengan demikian, dalam konteks politik kenegaraan, Indonesia adalah masuk kategori Darul islam, disebabkan dominasi ada di kalangan muslim. Sebagai konsekuensinya, Indonesia kemudian bisa masuk dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI) yang beranggotakan negara-negara dengan Platform Islam atau mayoritas dihuni oleh umat Islam.
Ketiga, darul islam memiliki titik tekan pada wilayah. Hal ini sangat jauh berbeda dengan negara dengan platform Islam. Negara dengan platform Islam selain harus memiliki wilayah, mereka juga harus berbentuk badan hukum yang diakui negara lain. Mereka memiliki aset dan kekayaan yang terpisah dari aset dan kekayaan yang dimiliki warganya. Jadi, dalam hal ini sistem politik atas kekayaan alam dan seisinya, sudah jauh berbeda antara kedua konsep Dar Islam dan daulah islamiyah (negara dengan platform Islam).
Keempat, di dalam dar islam, ketundukan warganya tidak hanya berlaku atas teks keagamaan semata, melainkan juga harus tunduk terhadap konsep kesepakatan yang dibangun di tengah masyarakat yang beragam di dalamnya. Di era kenabian, Piagam Madinah merupakan contoh kesepakatan yang mengikat berbagai keragaman yang terjadi di masyarakat. Di Indonesia, konteks keragaman itu diikat oleh Pancasila. Jadi, dalam hal ini, Pancasila bukanlah syariat, melainkan sebuah nota kesepakatan yang berlaku untuk semua komponen. Konsep terakhir dari dar islam ini berbeda dengan konsep daulah islamiyah. Di dalam daulah islamiyah, maka ketundukan warga terhadap pemimpin hanya berorientasi pada satu, yaitu hukum-hukum syariat. Sesuai dengan realitas jaman, hal ini tidak berlaku, karena negara dibentuk tidak berdasar hasil perjuangan umat Islam sendiri, melainkan perjuangan bersama. Mengingkari hasil perjuangan bersama merupakan bagian dari yang ditentang oleh syariat pula. Sebagaimana hal ini tertuang di dalam sebuah hadits:
Baca juga resensi buku lainnya :
- Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
- Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
- Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.



