Bulan Suro dan Mahabbahnya Orang Jawa Terhadap Nabi
[su_youtube url=”https://www.youtube.com/watch?v=Xolbz2_CD_A” responsive=”yes” autoplay=”no”]
Ulama asal Lamongan, Kiai Haji Ahmad Muwafiq, menyebut Suro atau Muharram sebagai bulan dukacita bagi Nabi Muhammad dan keluarganya. Oleh sebab itu, berbagai peringatan digelar umat Islam di bulan Suro sebagai bentuk belasungkawa.
“Ini bulan dukanya Nabi,” kata Kiai yang akrab disapa Gus Muwafiq ketika menjelaskan Suro seperti ditayangkan kanal Youtube Ulama Nusantara, (7/1).
Suro, menurut Gus Muwafiq, berasal dari kata bahasa Arab: Asyuro. Jika ditelusuri akarnya, Asyuro berarti hari kesepuluh pada bulan Muharram.
Baca juga resensi buku lainnya :
- Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
- Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
- Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.



