Bulan Suro dan Mahabbahnya Orang Jawa Terhadap Nabi

210

Ulama asal Lamongan, Kiai Haji Ahmad Muwafiq, menyebut Suro atau Muharram sebagai bulan dukacita bagi Nabi Muhammad dan keluarganya. Oleh sebab itu, berbagai peringatan digelar umat Islam di bulan Suro sebagai bentuk belasungkawa.

“Ini bulan dukanya Nabi,” kata Kiai yang akrab disapa Gus Muwafiq ketika menjelaskan Suro seperti ditayangkan kanal Youtube Ulama Nusantara, (7/1).

Suro, menurut Gus Muwafiq, berasal dari kata bahasa Arab: Asyuro. Jika ditelusuri akarnya, Asyuro berarti hari kesepuluh pada bulan Muharram.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here