The news is by your side.

Bulan Suro dan Mahabbahnya Orang Jawa Terhadap Nabi

Umat Islam akhrinya memperingati 10 Muharram atau Asyuro sebagai bulan duka. Masyarakat Jawa menghormati bulan ini dengan menahan diri untuk menggelar acara yang mengandung kegembiraan seperti pesta pernikahan dan syukuran pindah rumah.

Di sisi lain, beragam bentuk peringatan dilakukan masyarakat Nusantara pada bulan ini, seperti menggelar Tabuik di Sumatera hingga pembuatan bubur merah dan putih atau biasa disebut bubur Suro di Jawa. “Merah artinya darah dan putih berarti tulang,” katanya.

Tidak hanya di Indonesia, umat Islam di berbagai belahan dunia lain juga memperingati hal serupa. Di Iran, kata Gus Muwafiq memberikan contoh, hingga kini masih memperingati Asyuro. Apalagi, Negeri Persia itu memiliki hubungan historis dengan Sayidina Ali dan keluarganya.

Baca juga resensi buku lainnya :

  • Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
  • Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
  • Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
  • Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
  • Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.
Leave A Reply

Your email address will not be published.