Bulan Suro dan Mahabbahnya Orang Jawa Terhadap Nabi
Ketika Islam mulai berkembang di Persia, perselisihan politik di Madinah memanas. Puncaknya ketika Khalifah Usman bin Affan terbunuh.
Sayidina Ali pulang ke Madinah dan umat Islam membaiatnya sebagai khalifah selanjutnya. Namun gejolak politik tidak reda lantaran Bani Umayah juga menginginkan duduk di tampuk kekhalifahan.
Kekacauan politik kemudian berakibat pada wafatnya Ali. Menantu Nabi itu dibunuh ketika sedang memimpin shalat subuh di masjid.
Beberapa waktu kemudian, Hasan putra Ali juga dibunuh dengan racun di Madinah. Situasi semakin tak terkendali.
Dengan berbagai pertimbangan, Husain memilih meninggalkan Madinah dan pulang ke Irak. “Sudahlah, (biarkan) Yazid yang mengambilnya, aku pulang saja bersama semua kelurgaku,” demikian kira-kira pikiran Husain, kata Gus Muwafiq. Ketika itu, Yazid putra Muawiyah telah duduk di tampuk kekuasaan Khalifah Bani Umayah.
Baca juga resensi buku lainnya :
- Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
- Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
- Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.



