Gaung Gerakan ‘Muslim tanpa Masjid’ di Indonesia
Jargon yang dibawa Gus Dur melalui konsep pluralisme terbukti berbeda dengan konsep pluralitasnya Cak Nur sehingga menyisakan adanya dua kutub dukungan yang kuat terhadap mereka berdua dan bahkan kutub inilah yang kemudian mengantarkan Gus Dur dalam memegang tampuk kekuasaan tertinggi di Indonesia, di awal-awal reformasi.
Adapun topik Muslim tanpa masjid, setidaknya yang menjadi fokus perhatian Kuntowijoyo di sini, berfokus pada gerakan yang super terstruktur dari anak-anak muda Muslim perkotaan. Eksklusivisme menjadi karakteristik dari gerakan tersebut–mereka menjaga jarak dari dua kutub gerakan mahasiswa yang selama itu berkembang.
Gerakan dari Muslim tanpa masjid ini tidak sebagaimana lazimnya kemunculan NU dan Muhammadiyah di awal sejarahnya. NU jelas kemunculannya dari keprihatinan basis Islam kultural yang bernuansakan santri Pesantren terhadap Wahabisme di Arab, dengan awal melembaga sebagai Komite Hijaz. Oleh karenanya, cita rasa yang muncul di permukaan adalah kultur kepesantrenannya, mazhab yang dianutnya, serta tidak tercerabut dari akar budaya masyarakat Indonesia, seperti ketakziman pada kiai atau tokoh yang dituakan.
Adapun Muhammadiyah, sejak awal berdirinya memang sudah bangkit dari dunia akademisi dan pendidikan. Itulah sebabnya, ia dicirikan sebagai berkultur modernisme karena kontribusinya dalam dunia tersebut. Akibatnya, geneologi gerakan yang mencuat di permukaan dari keduanya pun juga tampak dan bisa diketahui karakteristiknya. NU dicirikan sebagai Islam kultural, sementara Muhammadiyah dicirikan sebagai Islam modern.
Baca juga resensi buku lainnya :
- Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
- Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
- Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.



