Jerat Hukum Para Pelengser Gus Dur (Bagian 2)

27
Jerat Hukum Para Pelengser Gus Dur (Bagian 2)

Oleh Muhtar Said

Ada perkataan menarik dari Tan Malaka di dalam bukunya yang berjudul Madilog, “Kebenaran tidak bisa ditutup-tutupi karena kebenaran adalah kebenaran itu sendiri karena sang waktu yang akan berbicara tentang kebenaran itu sendiri”. Begitu pula dengan peristiwa pelengseran Gus Dur, meskipun direkayasa sedemikian rupa, lambat laun waktu yang akan berbicara soal kebenaran itu.

Gus Dur dilengserkan oleh para pejabat, intelektual bahkan para ulama yang atur oleh para politisi sehingga memunculkan stigma Gus Dur telah menyalahgunakan wewenangnya sebagai Presiden, melakukan tindak pindana dan diwacanakan tidak mampu memimpin negeri ini. Stigma yang dibuat oleh HMI Connection (meminjam istilah Virdika Rizky Utama, penulis buku Menjerat Gus Dur) ternyata mampu menggulingkan Gus Dur dari kursi Presiden RI.

Iklan Layanan Masyarakat

Meskipun demikian, pada akhir tahun 2019 sang waktu berbicara berbeda, Gus Dur dilengserkan dengan menggunakan strategi-strategi “haram” karena dalam strategi yang digunakan oleh HMI Connection jauh dari sifat politik yang berbudaya Indonesia karena memasukan unsur fitnah dan makar. Sedangkan fitnah dan makar adalah tindakan yang dilarang oleh Undang-Undang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here