Langkah Tepat Pengesahan RUU Pesantren Bertemunya Cita-cita Pendidikan Nasional dan Historisitas Pesantren
Selanjutnya, dalam buku Nusa Jawa, Denys Lombard (1977) diceritakan, lembaga pesantren adalah asli lembaga pendidikan Nusantara, sebagai kelanjutan dari pendidikan lama berupa Karsyan dan Patapan atau Kemandalaan. Meraka mengambil pola dan semua etikanya, dengan memasukan nilai-nilai tauhid di dalamnya. Perkembangan selanjutnya, para kiyai sering menjauhi keramaian untuk menggarap lahan kosong. Bercocok tanah dan membangun peradaban baru di pinggiran. Ciri semacam ini sangat tegas dikatakan dalam Pasal 3 dan 4 RUU Pesantren tentang tujuan dan fungsi. Pesantren diselenggarakan untuk membentuk individu unggul, cinta tanah air, moderat, dan masyarakat yang berkualitas.
Fakta hari ini mengatakan, pemerataan pembangunan antara pusat dan daerah sangat timpang. Sedangkan intelektual-intelektual jebolan pendidikan non-pesantren, terpusat di ibu kota. Sementara wilayah terluar, terdepan, dan terdalam banyak terbaikan. Jika pendidikan nasional kita mengarahkan output yang tersentralisasi.Maka ini berdampak hilangnya “semangat” para kiyi jaman lampau, yang bersaing untuk menyebar pendidikan ke pelosok-pelosok pedalaman dan membangun peradaban dari pinggiran. Maka dengan disahkan RUUP ini, diantaranya sangat berguna untuk mengakomodir seluruh jenis pendidikan di tanah air, hingga paling pelosok.
Terakhir, keberatan kelompok tertentu atas RUUP, karena dianggap tidak mengakomodir perkembangan jenis-jenis pesantren kontemporer, saya kira ini alasan berlebihan. Karena, jika kita menghayati Pasal 1 ayat 1 RUU Pesantren, disebutkan, pesantren adalah lembaga yang dikelola oleh perseorangan, yayasan, atau ormas Islam. Ini artinya, pesantren apapun terakomodir selama menitik beratkan pendidikannya pada spirit rahmatan lil alamin.*
*Alumni Universitas al-Azhar, Mesir; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia; Wakil Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015.
Baca juga resensi buku lainnya :
- Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
- Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
- Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.


