The news is by your side.

Makna Hijrah dari Masa Kenabian ke Era Media Sosial (bagian 2)

Qutb mengajukan pandangan yang beririsan dengan Maududi. Tapi ia menekankan hukum kekafiran bagi muslim yang tidak melakukan hijrah ke negara Islam karena keengganannya meninggalkan kenyamanan, atau takut menghadapi kesulitan dan kemalangan dalam pengasingan (Qutb dalam Bukay, 2016).

Sebelumnya didiskusikan tentang Hanifah yang merumuskan oposisi biner dalam wacana hijrah. Pengaruh dualisme tersebut terlihat pada pandangan Maududi dan Qutb. Yang membedakan, jika Hanifah menganggap hijrah fisik sudah tidak berlaku karena kondisi sudah aman, Maududi dan Qutb menghidupkannya kembali.

Jejak pengaruh Maududi dan Qutb ini akan terlihat dalam upaya perumusan wacana hijrah di Indonesia pada sekitar pertengahan abad ke-20 oleh SM Kartosoewirjo. (bersambung…)  

Ahmad Makki, Praktisi Media Sosial, Kandidat Master Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia.

Sumber : NU Online

Baca juga resensi buku lainnya :

  • Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
  • Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
  • Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
  • Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
  • Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.
Leave A Reply

Your email address will not be published.