Mendorong Inovasi di Dunia Islam

36

Ada banyak analisis dengan berbagai perspektif mengapa negara-negara dengan penduduk Muslim masih tertinggal dibandingkan dengan umat lain. Perdebatan paling awal adalah pelarangan pengajaran filsafat sebagai penyebab kemunduran Islam. Sebagian ulama takut jika Muslim mempelajari filsafat, maka mereka akan mempertanyakan eksistensi Allah. Namun, sejarah mencatat, sebagian ulama ahli filsafat merupakan ulama yang saleh. Dengan tiadanya kebebasan berpikir yang diajarkan oleh filsafat, maka inovasi-inovasi baru menjadi terlambat yang akhirnya dalam jangka panjang menyebabkan ketertinggalan. 

Secara politik, terjadi perdebatan sengit tentang bentuk negara yang paling ideal untuk mencapai kemajuan, yaitu antara bentuk negara agama atau sekuler. Kelompok sekuler berkeyakinan bahwa urusan publik tidak bisa dicampuradukkan dengan urusan agama. Namun, kelompok agamis berpendapat, Islam mengatur seluruh aspek kehidupan. Dengan demikian, agama harus menjadi dasar negara. Toh, dua model ini belum ada yang menunjukkan keberhasilannya dalam membuat negara Muslim maju dan sejahtera. Turki yang menganut sekularisme sejak era Kamal Attartuk berulang kali mengalami kudeta dengan perkembangan yang biasa-biasa saja. Arab Saudi, negara kerajaan yang mengklaim diri telah menyatukan agama dan negara juga tak mampu menjadi mercusuar peradaban Muslim sekalipun diberkahi rezeki minyak yang melimpah. 

Iklan Layanan Masyarakat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here