Mendorong Inovasi di Dunia Islam

34

Dari perspektif pandangan hidup, sebagian umat Islam berkeyakinan bahwa yang bisa membuat mereka masuk surga adalah ilmu agama. Ungkapan sederhana yang seringkali muncul menjadi sebuah celetukan, “Ngapain belajar matematika, kan malaikat di kubur tidak bertanya soal matematika?” Sains menjadi bidang yang dihindari, padahal ilmu tersebut sangat penting dalam pengembangan pengetahuan dan teknologi. Padahal ulama-ulama zaman dahulu adalah para penemu di bidang sains. Umat Islam zaman kini lebih banyak fokus mengejar ibadah-ibadah mahdhah tetapi melupakan pentingnya mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi. 

Tidak ada solusi tunggal terhadap permasalahan rumit yang telah berlangsung selama berabad-abad. Stabilitas politik, pendanaan riset dan pengembangan ilmu pengetahuan, pandangan agama yang lebih terbuka dan menghargai rasionalitas, dan tentu saja kerja keras menjadi kunci untuk menciptakan ekosistem yang mendorong lahirnya inovasi di negara-negara Muslim. Jika Korea Selatan hanya dalam 50 tahun mampu menjadi menjadi pusat inovasi dunia, seharusnya negara-negara Muslim lainnya juga mampu. Jika China mampu bangkit menjadi sebuah kekuatan global yang saat ini menggetarkan dunia, negara Muslim memiliki potensi yang sama. 

Terdapat lebih dari 1,6 miliar umat Islam di seluruh dunia. Ini merupakan potensi luar biasa untuk membantu memperbaiki kehidupan manusia sebagaimana telah dibuktikan generasi awal umat Islam yang menjadi pelopor pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi teknologi. Inilah tugas kita sekarang untuk turut memberi kontribusi pada peningkatan peradaban manusia. (Achmad Mukafi Niam)

Iklan Layanan Masyarakat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here