The news is by your side.

Mengolah Potensi Nahdlatul Ulama

Bidang seni budaya

Dalam bidang ini, nampaknya NU kecolongan. Tradisi seni dan budaya NU sebagian diambil alih oleh kelompok lain. Sebagian kelompok justru meng-haramkan tradisi milik NU.

Seni-budaya yang saya maksud adalah kebiasaan yang sering dilakukan oleh warga NU, dari musolla ke musolla, masjid dan pondok pesantren, yaitu kegiatan sholawatan, barzanzi, dibaan, dll.

Dalam kurun waktu kurang lebih 10 tahun terakhir ini, seni, syair dan budaya yang sering dilakukan warga NU, diadopsi oleh beberapa pihak, dan di tangan mereka hal ini diolah menjadi komoditas yang bernilai komersil. Penyanyi Opick Tombo Ati, misalnya, banyak meng-eksplor seni budaya milik warga NU, dan dia tidak mewakili atau sedikitpun sebagai warga NU. Opick justru sukses setelah mengolah seni-budaya yang biasa dilakukan warga NU ketika puji-pujian menunggu imam sholat datang.

Dipihak lain, karya-karya sastera bernilai tinggi hasil kontemplasi ulama-ulama NU, dibid’ah dan diharamkan oleh kelompok Wahabi-Salafi. Ini sebetulnya sebagai kontra-indikasi adanya kedengkian pihak-pihak tertentu terhadap khasanah kekayaan seni-budaya yang dimiliki oleh NU. Dan mereka tidak sanggup untuk melakukan hal yang sama. Maka hal yang mudah dilakukan adalah, memberi stigma bid’ah dan haram terhadap kegiatan sholawat, barzanzi, dibaan, kenduren, dan lain sebagainya.

Dapatlah kita bangga, bahwa alunan dan syair sholawat atau barzanzi yang bermacam-macam, seperti sholawat Nariyyah, Tibbil Qulub, Munjiyat, Asysyagil,dll. dapat dipadukan dengan berbagai irama dan genre musik apapun, mulai dari melayu, dangdut, dangdut koplo, campur sari sampai rokc. Sehingga karya seni-budaya ini up to date serta dapat diterima oleh berbagai kalangan lintas zaman. Maka hal ini harus kita rebut kembali dari tangan pihak-pihak di luar NU yang hendak meng-eksplore seni-budaya NU untuk kepentingan komersial diri mereka sendiri.

Untuk itu, semua sayap dan Banom NU , mulai dari tingkat ranting sampai pusat, harus bergerak. Syaratnya agar ada satu visi dan komando, mantapkan jam’iyyah NU. Jangan hanya sekedar jamaah.

Di Bidang politik, PKB sudah bergerak, Di Bidang sosial, lembaga mabarot harus lebih aktif lagi dalam melakukan pemberdayaan warga NU. Kemudian dalam bidang pertanian, persatuan Tani NU harus lebih peduli terhadap keadaan pertanian warga NU. Dalam bidang perburuhan, lembaga yang mewadahi para buruh dari kalangan NU ( Sarbumusi ), harus lebih mampu menginventarisisr potensi-potensi buruh dan masalah-masalah yang dihadapi. Perstuan Guru NU, harus meningkatkan kualitas SDM NU, mulai dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Lesbumi harus bergerak cepat untuk merebut trade mark seni budaya milik NU yang diadopsi oleh pihak lain untuk kepentingan pribadi. Media sosial harus dimanfaatkan secara optimal untuk mempertunjukkan karya seni-budaya NU yang kita warisi secara turun temurun. Tunjukkan bahwa itu semua adalah milik NU, bukan milik yang lainnya. Sehingga melahirkan kebanggaan sebagai orang NU.***

*) Penulis adalah Warga NU Pinggiran. Tinggal di Cilacap.

Penulis
Toufik Imtikhani, SIP

Baca juga resensi buku lainnya :

  • Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
  • Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
  • Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
  • Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
  • Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.
Leave A Reply

Your email address will not be published.