Negara Khilafah dan Kebencian yang Dipendamnya

165
KH. Imam Jazuli lc. MA bersama Syekh Mohammad al Basyouni dari Universitas al Azhar Mesir ketika beliau berkunjung ke Pesantren Bina Insan Mulia.

Oleh: KH. Imam Jazuli, LC., MA.

TRIBUNNEWS.COM – Negara Khilafah yang digagas Hizbut Tahrir itu wacana filsafat, dibangun atas ideologi Islam, diterjemahkan ke dalam gerakan politik. Sedangkan kontennya diramu dari banyak pemikiran, dibumbui fakta-fakta sejarah. Selebihnya hanyalah utopia orang-orang penunggang Islam.

Nizhamul Islam adalah kitab yang dikarang Taqiyudin an-Nabhani sebagai pedoman gerakan politik negara khilafah. Dijelaskan, negara khilafah berpijak pada Mabda’ Islamiyah (ideologi Islam), yang diperas dari akidah Islam (Akidah Islamiyah), dan warga negara khilafah harus dibimbing oleh ide-ide Islam (Qiyadah Fikriyah Islamiyah). Di luar Islam, seperti materialisme adalah mabda’ yang salah (An-Nabhani, Nizham al-Islam, Hizbut Tahrir, 2013: 50-7; 86-7).

Pemikiran an-Nabhami sangat Platonis, yakni memuja dunia ide, dan tidaklah heran apabila sasaran tembaknya adalah paham materialisme Aristotelian. Materialisme adalah paham yang bersumber dari pemikiran bahwa hanya materi semata yang eksis. Di luar materi tidak ada apa-apa. Materialisme ini menjadi ibu kandung peradaban (hadharah) Barat beserta seluruh turunannya, seperti sosialisme, komunisme, kapitalisme, liberalisme dan demokrasi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here