Santri dan Pesantren Cianjur Punya Sejarah yang Bernilai
Menelisik sedikit tentang kiprah santri dan pesantren di kabupaten Cianjur seolah tidak ada habisnya, dengan ragam kebudayaan pesantren yang khas dan memiliki ciri tersendiri menunjukan umat beragama dicianjur sangat menjungjung toleransi, hal tersebut dinilai dari dua arus moderasi budaya leluhur tokoh pendahulu kabupaten Cianjur serta sejalan dengan karakter dan sikap masyarakat Cianjur yang sopan, santun, dan hidup rukun dengan akulturasi budaya islami yang diakulturasikan melalui budaya ngaos (atau proses santri dalam menimba ilmu ke-agamaan islam dipesantren) yang menjadikan tradisi subaltern of knowledge tercipta membentuk watak santri sebagai sosok yang arif dan bijaksana.
Literasi dan investasi dalam pendidikan maka menjadi penunjang Apalagi tentang pentingnya memperhatikan Santri dan Pendidikan pesantren menjadi hal yang krusial dicianjur, dinelahan bumi manapun, pendidikan adalah aspek yang terpenting dalam pembangunan sumber daya manusia yang menjadi kewajiban pemerintah untuk melaksanakannya.
Baca juga resensi buku lainnya :
- Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
- Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
- Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.




Tambahan:
Ngaos, Mamaos dan Maenpo, seharusnya menjadi citra diri (karekter/ciri khas) masyarakat Cianjur dimanapun dia berada. Bukan hanya sebatas slogan ansich, tetapi harus “membumi” dalam pikir dan laku.
Citra diri ini (ngaos, mamaos dan maenpo) merupakan inheren dalam kehidupan santri, misalnya;
a. Ngaos (mengaji) adalah kewajiban bagi seorang santri. Ngaos/ngaji terbagi 2; ngaji kitab dan ngaji diri.
b. Mamaos (nembang), santri melakukan shalawat, puji-pujian, kasidah/rebana, dll.
c. Maenpo (silat/jaga diri), dalam dunia ponpes, santri diajari ilmu kanuragan, baik itu pencak silat (silat cimande, cikalongan, paku sari jurus 5, Jeblag, dll) ataupun olah tubuh yg lainnya. Hal itu, untuk menjaga diri para santri dari orang-orang jahat. Wassalaam…
haturnuhun pangersa, sae pisan… parantos digabungkeun dina artikel di luhur. salam..