Semangat Kebangsaan dalam Al-Wala wal Bara
Ibnu Taimiyah dalam risalahnya perihal memerangi orang kafir, kata Fattah, meriwayatkan bahwa ketika membebaskan Kota Makkah untuk penduduknya, Rasulullah tidak memaksa mereka untuk memeluk Islam dan tidak menanyakan satu pun dari mereka apakah sudah memeluk Islam atau belum. Rasulullah membebaskan mereka meski sanggup untuk memaksa mereka. Mereka kemudian disebut dengan “At-thulaqa” atau penduduk yang dibebaskan. (Fattah, 1435 H: 43).
Pada peristiwa Fathu Makkah, Fattah melanjutkan, sebagian kelompok Ansor berteriak bahwa “Ini adalah hari pertumpahan darah (yaumul malhamah).” Maksudnya adalah Rasulullah akan membalas dendam kepada orang-orang yang memusuhinya selama beberapa tahun lalu. Tetapi Rasulullah menyatakan kepada semuanya bahwa “Ini adalah hari kasih sayang (yaumul marhamah).” (Fattah, 1435 H: 44).
Baca juga resensi buku lainnya :
- Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
- Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
- Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.



