Ambisi al-Nabhani Mendirikan Hizbut Tahrir

Salah satu hal yang perlu kita lakukan untuk mengenal sebuah organisasi adalah dengan menelusuri sejarah berdirinya organisasi tersebut. Siapa pendirinya, apa yang melatarbelakangi berdirinya organisasi sampai kontribusinya yang sempat tercatat dalam sejarah, khususnya di negeri ini. Kalau perlu, langkah selanjutnya bisa lakukan perbandingan dengan organisasi lainnya. Hati-hati dalam memilih itu perlu.
Apa yang saya ringkas di bawah ini adalah salah satu bab dalam buku “Catatan Hitam Hizbut Tahrir” yang ditulis Mohammad Nuruzzaman terbitan Belibis Pustaka pada 2017. Sudah banyak yang meresensi buku tipis yang sarat informasi ini, Anda bisa menelusurinya melalui Google atau bisa klik link ini.
Ambisi utama dari Hizbut Tahrir (HT) intinya adalah untuk menegakkan kembali kekhalifahan Islam atau Negara Islam Dunia di bawah satu bendera. Dengan kata lain konsep nation-state seperti yang kita kenal sekarang harus diganti. Dengan kata lain ideologi Khilafah Islamiyah ini ibarat anti-tesa bagi nation-state.
Muhammad Taqiyuddin al-Nabhani (1909 – 1977) adalah penggagas pertama pendirian Hizbut Tahrir. Lahir di sebuah desa dekat Haifa Palestina, dibesarkan dalam keluarga kelas menengah yang taat. Kakeknya dari pihak ibu yang bernama Yusuf al-Nabhani (1849-1932) adalah seorang penyair ternama dan pernah menjabat sebagai hakim Islam di bawah kekhalifahan Utsmaniyah.
Taqiyuddin kecil mendapat pelajaran agama dari orang- orang terdekatnya. Umumnya anak bangsawan, ia mampu menghafal seluruh Alquran pada umur 12 tahun. Bidang yang diminati oleh Taqiyuddin al-Nabhani sejak kecil adalah Ilmu Fiqih atau Yurisprudensi Islam.
Pada tanggal 3 Maret 1924, Khilafah Ottoman secara resmi dihapuskan. Majelis Nasional Negara Turki yang baru didirikan oleh Mustafa Kemal Ataturk menyepakati bahwa Turki modern akan lepas dari sejarah masa lalu mereka. Sistem Khilafah sudah tidak cocok diterapkan di abad 20. Tentu saja, keputusan politik negara Turki ini membuat hati Taqiyuddin gelisah, terlebih keluarga besarnya.
Taqiyuddin al-Nabhani tumbuh dewasa dan matang dalam ketidakpuasan atas keputusan politis Turki modern menghapus sistem khilafah Islamiyah. Pembentukan kembali Khilafah sebagai sebuah negara super power yang dimiliki umat Islam di seluruh dunia menjadi satu-satunya agenda besar Taqiyuddin al-Nabhani. Kelak, Hizbut Tahrir didirikan untuk mewujudkan visi misi keluarga Taqiyuddin al-Nabhani ini.
Baca juga resensi buku lainnya :
- Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
- Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
- Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.



