Ambisi al-Nabhani Mendirikan Hizbut Tahrir
Anti Mazhab
Kekecewaan lain Taqiyuddin al-Nabhani, sehingga dia terpaksa melepaskan diri dari Ikhwan dan mendirikan Hizbut Tahrir, adalah melihat kenyataan islam itu beragam yang terkumpul ke dalam banyak madzhab. Ikhwanul Muslimin diketahui mendukung perjuangan Syiah Hizbullah dan Lebanon, sedangkan Ikhwanul Muslimin secara tradisional merupakan institusi Sunni.
Taqiyuddin al-Nabhani melihat bahwa gagasan kekhalifahan tidak akan bisa berjalan selama madzhab dalam Islam dijadikan nomor satu. Al-Nabhani membayangkan, seluruh kelompok dan sekte dalam Islam akan berada dalam satu naungan yurisprudensi.
Pengalaman keluarga sekaligus pengalaman pribadi, yaitu ketika hidup di bawah pemerintahan Utsmaniyah, membuatnya semakin percaya diri. Dalam artian, sistem Khilafah masih sangat mungkin. Hizbut Tahrir harus menjadi kuda tunggangan demi mewuiudkan mimpi ambisius keluarga tersebut. Padahal saat Utsmani berkuasa pun kita tahu, tidak bisa menundukkan seluruh dunia di bahwa pemerintahannya.
Baca juga resensi buku lainnya :
- Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
- Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
- Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.



