The news is by your side.

Bendera Merah Putih Bendera Rasulullah SAW

Kita lihat lagi hadits yang lain yang menyatakan tentang bendera atau panji Rasulullah Saw terdiri dari merah dan putih,

عَنْ كَرِز بْنِ أسَامَةَ: أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَقَدَ رَايَةً لِبَنِي سُلَيْمٍ حَمْرَاءَ

Maknanya : “Dari Kariz bin Usamah bahwa Rasulullah Saw menetapkan untuk panji (bendera kecil) Bani Salim berwarna Merah.” (HR. Thabrani dalam kitabnya Al-Mu’jamul Kabir No. 425).

Wajar sekali Rasulullah Saw memerintahkan untuk menggunakan bendera warna merah tersebut karena warna ini adalah warna yang menjadi perbendaharaan terbesar Rasulullah Saw tentunya untuk umatnya beliau pun menyamakan warnanya.

Baik kita lihat lagi dalam hadits berikut,

عَنْ عَمْرَةَ قَالَتْ: كَانَ لِوَاءُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَبْيَضَ

Maknanya : “Dari ‘Amrah, adalah bendera Rasulullah Saw berwarna putih.” (HR. Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushannafnya bab fi ‘aqdil liwaa’ wat tikhadzihi No. 33611).

Kedua hadits yang telah saya sebutkan di atas adalah hadits shahih yag tidak diragukan sanad maupun matannya. Maka wajar saja jika Indonesia menggunakan perpaduan warna merah putih yang disukai Rasulullah SAW menjadi warna bendera Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam Ushul Fiqh ini namanya Al-Jam’u Wat Taufiq yaitu menggabungkan dua nash yang berbeda dan menyepadankannya menjadi satu kesatuan dalam beramal. Bendera dan panji memiliki persamaan makna sejatinya hanya berbeda pada ukuran dan bentuk. Bendera lebih besar ukurannya berbentuk persegi empat sedangkan panji berukuran kecil dan berbentuk segitiga.

Memadukan warna merah dan putih sekaligus merupakan kecerdasan intelektual luar biasa dari para ulama, kiyai, mubalig, ustadz yang turut ikut memperjuangakan Indonesia ini. Bagaimana tidak, para pahlawan nasional kita; Pangeran Diponogoro seorang ulama karismatik bermazhab Syafi’i yang dalam pengetahuannya terhadap kitab Tuhfatul Muhtaj karya Imam Ibnu Hajar Al-Haitami, Imam Bonjol, Hasanuddin, Sultan Agung Tirtayasa, Pangeran Antasari, dll mereka semua adalah para ulama kaliber yang tidak ada tanding di masanya. Adapun sinergitas warna merah putih menjadi bendera NKRI merupakan keridhaan mereka yang terinspirasi dan terimplementasi dari hadits Rasulullah SAW.

Baca juga resensi buku lainnya :

  • Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
  • Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
  • Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
  • Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
  • Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.
1 Comment
  1. Muhtarul says

    Sebenarnya ini bukan bendera tapi harta benda yang melimpah yang akan diberikan umat muhammad saw…

Leave A Reply

Your email address will not be published.