The news is by your side.

Bendera Merah Putih Bendera Rasulullah SAW

Hadits Tertulis Di Bendera Dengan Kalimat Tauhid Lemah

Bendera merah putih yang ditulis kalimat tauhid atau dengan warna apapun tidaklah tepat. Memadukan sesuatu yang dihormati dengan sesuatu yang sakral itu sebuah urusan lain. Bendera merupakan simbolis yang mesti dihormati sedangkan kalimat tauhid adalah kalimat yang suci. Itulah sebabnya para ulama terdahulu tidak menggunakan lafaz tauhid di bendera karena bisa merusak identitas dan sakralitas kalimat tersebut. Baiklah, mari kita lihat hadits berikut,

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: «كَانَتْ رَايَةُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَوْدَاءَ وَلِوَاؤُهُ أَبْيَضُ، مَكْتُوبٌ عَلَيْهِ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ مُحَمَّدٌ رَسُولُ الله. لَا يُرْوَى هَذَا الْحَدِيثُ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ إِلَّا بِهَذَا الْإِسْنَادِ، تَفَرَّدَ بِهِ: حَيَّانُ بْنُ عُبَيْدِ الله

Maknanya : “Dari Ibnu ‘Abbas, dia berkata : Panji Rasulullah berwarna hitam dan benderanya putih. Tertulis kalimah Laa ilaaha Illallah Muhammadur Rasulullah. Hadits ini memiliki sanad dari Ibnu ‘Abbas saja, Hayyan bin ‘Ubaidullah hanya sendiri meriwayatkannya.” (HR. Thabrani dalam Al-Mu’jamul Awsath No. 219 dan diriwayatkan juga oleh Imam Abu Syeikh).

Karena perawi menyendiri dalam meriwayatkan hadits ini sebagaimana yang dinyatakan oleh Imam Ath-Thabrani maka sudah tidak diragukan lagi kedha’ifannya. Lebih detailnya, Imam Ibnu Hajar Al-‘Asqalani dalam kitabnya Fathul Bari bab qauluhu maa qiila fi liwa’in Nabi jilid 6, hal. 127 menyatakan,

حَدِيثِ أَبِي هُرَيْرَةَ وَلِأَبِي يَعْلَى مِنْ حَدِيثِ بُرَيْدَةَ وَرَوَى أَبُو دَاوُدَ مِنْ طَرِيقِ سِمَاكٍ عَنْ رَجُلٍ مِنْ قَوْمِهِ عَنْ آخَرَ مِنْهُمْ رَأَيْتُ رَايَةَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَفْرَاءَ وَيُجْمَعُ بَيْنَهَا بِاخْتِلَافِ الْأَوْقَاتِ وَرَوَى أَبُو يَعْلَى عَنْ أَنَسٍ رَفَعَهُ أَنَّ اللَّهَ أَكْرَمَ أُمَّتِي بِالْأَلْوِيَةِ إِسْنَادُهُ ضَعِيفٌ وَلِأَبِي الشَّيْخِ من حَدِيث بن عَبَّاسٍ كَانَ مَكْتُوبًا عَلَى رَايَتِهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ وَسَنَدُهُ وَاه

Maknanya : “Hadits Abu Hurairah, hadits Abi Ya’la dari Buraidah, hadits Abu Dawud dari Thariq Simak tentang warna kuning dari panji Rasulullah, hadits tersebut dikumpulkan yang menunjukkan adanya perbedaan warna pada perbedaan waktu dalam menggunakannya dan Hadits riwayat Abu Ya’ala dari Anas yang marfu’ bahwa umatku dimuliakan Allah dengan bendera-bendera adalah lemah. Sementara itu hadits dari riwayat Abu Syeikh dari Ibnu ‘Abbas yang tertulis dipanjinya itu kalimah Laa ilaaha Illallah Muhammadur Rasulullah sanadnya lemah sekali (waahin).”

Saya renung-renungkan benar-benar cerdas para ulama kita dahulu yang memadukan warna merah putih sebagai warna bendera Indonesia karena merah putih memiliki panduan nash yang shahih dan absah. Sedangkan bendera yang berwarna hitam putih dan tertulis kalimah tauhid yang baru-baru saja mucul akhir-akhir ini merupakan hadits lemah. Dalam hal ini, kita mesti meninggalkan hadits lemah ini karena kalimah tauhid tidak bisa dipadukan pada sebuah bendera sehingga bisa merusak kesucian itu. Alasan yang paling konkrit para ulama tidak memadukan warna pada bendera dengan tulisan di dalamnya untuk menjaga kalimah tersebut. Karena apabila bendera itu dibawa pada peperangan atau pada saat-saat tertentu dikhawatirkan bendera itu jatuh dan terinjak, atau jika yang memegang panji tersebut kebelet buang air maka bendera itu terbawa olehnya. Oleh karena itu kita dilarang menciptakan sesuatu yang membawa dosa di dalamnya.

Baca juga resensi buku lainnya :

  • Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
  • Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
  • Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
  • Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
  • Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.
1 Comment
  1. Muhtarul says

    Sebenarnya ini bukan bendera tapi harta benda yang melimpah yang akan diberikan umat muhammad saw…

Leave A Reply

Your email address will not be published.