Kesombongan Mayoritas
Bahwa secara faktual masalah yang dihadapi oleh umat Islam lebih kompleks, dan mendapatkan perhatian lebih serius, adalah bagian dari konsekuensi jumlah mayoritas umat Islam, yang dengan jumlah itu, tentu masalah yang dihadapi pun lebih banyak dan kompleks. Sehingga pemerintah menganggap perlu adanya prioritas, tetapi bukan mengistimewakan. Namun pada dasarnya, masalah agama diabaikan.
Dalam tinjauan agama, menegasikan ko-eksistensi dan peran umat lain dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara, berarti mengingkari kehidupan itu sendiri. Segala perbedaan dalam hidup adalah fitrah dan sunatullah. Al Qur’an dengan jelas menerangkan penciptaan manusia yang berbeda-beda ( QS. Al Hujurat:13 ). Menghargai pilihan keyakinan ( Al Baqarah:256, Al Kafiruun:6). Jadi tidak ada yang salah dengan kehidupan ini. Mengapa mereka berbeda keyakinan dengan kita? Dan mengapa mereka hidup di sekitar dan bersama kita?
Baca juga resensi buku lainnya :
- Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
- Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
- Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.



