Melihat Papua dengan Dua ‘Lensa’ Alfiyah ibn Malik

M. Fayad Hazami – Indonesia bagian timur kini sedang menjadi perbincangan hangat di seantero tanah air. Jika biasanya program Waktu Indonesia Timur di NET yang mampu menyorot perhatian publik dengan lawakan-lawakan khas dari para personelnya seperti Abdur, Arie Kriting, Yewen dan teman-teman komika lainnya yang sama berasal dari timur, sekarang justru gejolak panas di tanah Papua-lah yang menyita perhatian. Pemicunya, peristiwa penggerebekan Asrama Papua yang terjadi di Surabaya tepat sehari sebelum hari kemerdekaan, Jumat (16/8).
Dilansir CNN Indonesia, kronologi kerjadian bermula saat aparat dengan salah satu ormas Islam melakukan pengepungan asrama yang dihuni oleh mahasiswa-mahasiswa asal Papua karena diduga adanya perusakan bendera Merah Putih. Pengepungan terus berlanjut, hingga pada Sabtu (17/8). Aparat menggerebek dan menahan 43 mahasiswa yang ada di dalam, setelah sebelumnya terus-menerus memaksa mereka keluar dengan diiringi makian bernada rasis.
Baca juga resensi buku lainnya :
- Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
- Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
- Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.



