20.5 C
Bandung
Thursday, May 26, 2022

Sebuah perkumpulan yang tak memiliki media, sama dengan perkumpulan buta tuli - KH Abdul Wahab Chasbullah

Must read

H. Abdul Hadi Hasan, Lc
Aktif sebagai wakil sekretaris LTM PCNU Kab. Bogor, Penasihat di Yayasan Al Ittihadul Islami Annahdliyah Bogor, menekuni dunia penterjemahan, pengurus Aswaja Center NU Jabar, Wakil Ketua Pergunu kota Depok dan sebagai muharrik dakwah blusukan.

Membangun Daya Saing Lembaga Pendidikan Berbasis Cinta

Oleh : Dr. H. Srie Muldrianto, MPd

Lembaga Pendidikan Berdaya Saing

Sebagai individu dan sebagai makhluk social manusia dituntut untuk mempertahankan dan mengembangkan diri agar tetap hidup, tumbuh, dan berkembang. Perkembangan manusia mulai dari lahir hingga dewasa penuh dengan berbagai tantangan dan rintangan. Setiap fase kehidupannya manusia menghadapi tantangan dan rintangan yang beraneka ragam dan penuh dinamika. Pendidikan bagi manusia merupakan upaya untuk mempertahankan dan mengembangkan potensi dirinya agar menjadi manusia yang manusiawi.

Untuk melakukan proses pendidikan, manusia membuat lembaga pendidikan. Lembaga pendidikan dapat bersifat formal, non formal dan informal. Ketiga lembaga pendidikan tersebut memiliki ciri khas dan karakter yang berbeda fokusnya. Lembaga pendidikan formal dan non formal sama-sama berjenjang dan terstruktur hanya bedanya pendidikan formal memiliki system kurikulum yang ketat dan resmi berbeda dengan system lembaga pendidikan non formal lebih mengutamakan capaian kompetensi dibanding kepemilikan ijazah. Kurikulum pendidikan non formal tidak sebaku kurikulum pendidikan formal. Adapun lembaga pendidikan informal tidak berjenjang dan kurang terstruktur.
Sebagai sebuah organisasi pendidikan formal, non formal, dan informal memiliki daur hidup organisasinya (organizational life cycle) yang terdiri dari tahap kelahiran (organizational birth), Pertumbuhan (organizational growth), Penurunan (organizational decline), dan kematian (organizational death) (Akdon, 2011: 62). Penurunan dan pertumbuhan organisasi tidak terlepas dari kesanggupan sebuah organisasi untuk bertahan, tumbuh dan berkembang dalam mengahadapi persaingan (competitive). Untuk dapat hidup, tumbuh, dan berkembang sebuah organisasi harus dapat meningkatkan daya saing lembaga pendidikan.

Persaingan di lembaga pendidikan sebagaimana persaingan di lembaga profit yang terdiri dari persaingan bidang mutu, harga, dan layanan (Kuncoro, 2009 : 100). Persaingan bidang mutu terkait mutu pelanggan pendidikan. Mutu pendidikan terkait dengan output dan pelayanan pendidikan total customer satisfaction. Pelanggan dalam dunia pendidikan dapat dibagi pada pelanggan internal yang terdiri dari siswa, orang tua, guru dan pelanggan eksternal seperti pemerintah, masyarakat, dan bursa kerja.

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article