Ngaji Gus Baha: Kafirkah Orang Yang Membuka Aurat?
Beliau juga membuatkan sebuah perumpamaan ada seorang bapak yang berkata pada anaknya jika dia tidak alim maka bukan anaknya. Tentu maksud perkataan dari orang tua tersebut bukan berarti untuk memutus nasab jika anaknya tidak alim, akan tetapi hanya sebagai sebuah perintah.
“Tentu yang tidak melakukan perintah (menutup aurat) itu ya kurang baik, tapi tidak sampai keluar dari islam. Karena perilaku kesalehan itu perintah, bukan syarat,” ungkap Gus Baha lagi.
Gus Baha juga mengatakan bahwa menutup aurat bukan dalam sebatas fisik saja, tapi lebih jauh dari itu, yaitu dalam makna maknawi juga. Semisal seorang wanita berhijab tapi masih suka genit kepada laki-laki lain, tentu dia belum sempurna menutup auratnya.
“Tapi sebetulnya menutup aurat juga harus dilakukan satrul aurat secara maknawi, menutup (segala) sesuatu yang buruk,” terang beliau.
Wallahu a’lam.
Baca juga resensi buku lainnya :
- Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
- Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
- Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.



