The news is by your side.

Membongkar Misteri Sedulur Papat Limo Pancer

Membongkar Misteri Sedulur Papat Limo Pancer | NU Online LTN Nahdlatul Ulama Jawa Barat

Hamidulloh Ibda, Alif.id – Dari kecil, istilah ‘Sedulur Papat Limo Pancer‘ sudah akrab di telinga saya. Terminologi ini merupakan bukti luasnya falfasah Jawa yang tak kalah enigmatis dan ilmiah dibandingkan ilmu-ilmu modern era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0.

Masalahnya, orang Jawa, Nusantara, tidak mencari rumusan epistomologi, ontologi, dan aksiologinya, namun justru hanyut dalam gelombang pembidahan, penyirikan, dan pengafiran nilai-nilai, tradisi, dan budaya khas Nusantara itu.

Jika dianalisis, Jawa itu tidak sekadar adiluhung, namun sangat ilmiah. Namun dalam kajian perkembangan ilmu pengetahuan dan filsafat, ada upaya para ilmuwan “meninabobokkan” hal itu. Buktinya, peradaban Jawa Kuno atau Nusantara Kuno tidak sering bahkan tidak pernah disebut dalam ilmu modern. Adanya, hanya Yunani Kuno, Mesir Kuno, China Kuno. Di mana Jawa atau Nusantara Kuno tersebut?

Hal itu diperkuat saat saya dan teman akademisi meneliti Kidung Wahyu Kolosebo karya Kanjeng Sunan Kalijaga. Belum saya temukan rujukan asli, valid, dan secara kualitas mampu menerjemahkan mahakarya Raden Mas Said tersebut. Padahal, Kidung Wahyu Kolosebo ini sangat luar biasa yang sekarang justru jadi komoditas pentas dangdut.

3 Comments
  1. WURYANANO says

    Yang tidak tepat di tulisan tsb adalah Kidung Wahyu Kalaseba, bukanlah karya Sunan Kalijaga, namun sudah dikonfirmasi bahwa itu karya seorang budayawan asal Weru, Sukoharjo, bernama Sri Narendra, yang secara resmi diluncurkan pada Juli 2014.

    1. Riyan says

      Bagus

  2. Riyan says

    Bagus

Leave A Reply

Your email address will not be published.