The news is by your side.

Penipuan Sektarian: Kerajaan Agung Sejagat dan Sunda Empire

Kegiatan-kegiatan seperti itu apalagi telah menggunakan simbol-simbol tertentu harus diberangus oleh pemerintah demi alasan mengganggu ketertiban masyarakat. Dalam dinamika sosial, peristiwa ini hanya merupakan rentetan antara terhadap peristiwa-peristiwa sosial yang lebih besar saat ini, terutama lahirnya polarisasi dan pengkutuban warga negara demi alasan-alasan primordialisme. 

Jika ditelaah secara saksama, ada kemiripan antara Kerajaan Agung Sejagat dengan Sunda Empire Earth Empire. Kedua kelompok ini menggunakan simbol militer, konsepsi yang sama tentang kekuasaan universal, simbol kuno sebagai kerajaan matahari, sebuah kerajaan yang diyakini oleh beberapa kelompok pernah menjadi penguasa tunggal bumi di era pararaton, era awal peradaban manusia.

Konsep yang dikembangkan oleh kedua kelompok ini adalah sistem balas jasa, mereka meyakini, nenek moyang kita di masa lalu telah menguasai planet bumi dan memberikan sumbangsih serta berpartisipasi terhadap lahirnya peradaban-peradaban baru, maka kewajiban generasi sekarang adalah mencari, menemukan, dan mengambil kembali sisa-sisa peradaban tersebut. Tentu saja di era rasional, konsep-konsep semacam ini dapat ditepis. Namun di sisi lain karena unsur primordial diembuskan tidak sedikit orang percaya kepada khurafat modern ini. Apalagi jika ujung-ujungnya dihubung-hubungkan dengan uang, harta karun, UB, dan penarikan benda-benda pusaka.

Sampai saat ini, romantisme atau paham membanggakan hingga menginginkan sebuah kehidupan ideal meskipun tampak utopis tetap dirindukan oleh semua orang. Dengan kalimat sederhana saja, misalnya dulu nenek moyang kita merupakan orang-orang hebat, sontak pikiran kita larut dalam sebuah kenangan yang sama sekali tidak pernah kita alami. Hizbut Tahrir Indonesia, di era awal kelahirannya sering menyodorkan konsep-konsep utopis kepada sasaran dakwahnya melalui cerita enaknya kehidupan di era imperium Islam. 

Mereka melupakan satu hal bahwa sejarah kehidupan manusia tidak selalu dipenuhi oleh taman bunga, juga menyediakan duri yang dapat mengeluarkan nanah. Karena konsep yang ditawarkan tersebut bersifat ideal, sementara di dunia realitas dipenuhi oleh kebobrokan, manipulasi, KKN, dan ketidakberesan tidak sedikit orang langsung percaya bahwa khilafah merupakan solusi atau jalan keluar setiap persoalan. Orang akan mudah tertipu oleh kesejahteraan, harapan-harapan, sama halnya dengan mudahnya kita diiming-imingi oleh kontestan pemilu, bukankah setiap partai dan caleg memberikan janji politis yang selalu mirip?

Baca juga resensi buku lainnya :

  • Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
  • Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
  • Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
  • Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
  • Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.
Leave A Reply

Your email address will not be published.