Penipuan Sektarian: Kerajaan Agung Sejagat dan Sunda Empire

129

Abad ke-7 hingga 15, imperium Islam lahir, dua kekaisaran besar dapat ditumbangkan. Sebuah imperium terbesar yang memanjang dari Afrika sampai ke Timur Asia. Apakah sikap primordial muncul dari imperium Islam? Tentu saja, meskipun Al-Qur’an sangat jelas menyebutkan: Setiap manusia merupakan umat yang satu, namun pada sisi lain “ummatan waahidah” ini ditafsirkan oleh kekuasaan atau politik sebagai hubungan kemanusian tetapi dijadikan dasar bagaimana agar manusia memiliki satu keyakinan, pandangan hidup yang sama. 

Ada hal menarik, pada masa keemasan imperium Islam, banyak sarjana Muslim yang lebih mengkonsentrasikan diri pada ilmu pengetahuan daripada bermesraan dengan kekuasaan. Kelompok ini tetap konsern pada penelitian-penelitian, penerjemahan buku-buku filsafat Yunani dilakukan oleh para sarjana muslim. Kelompok-kelompok seperti inilah yang dapat meredam sikap primordial daripada kelompok yang mendapatkan sokongan dari penguasa. Kelompok politis dalam Islam ini lebih mengarah kepada sektarianisme. Kompromi antara Abdul Wahab dengan Saud telah melahirkan hubungan jenis ini. Sementara keberagamaan yang dikembangkan oleh para ulama salaf cenderung lebih cair, mereka memandang bahwa keragaman sebagai sebuah keniscayaan dan disebutkan dalam Al-Qur’an dijadikan umat manusia berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar saling mengenal.

Dari paparan di atas dapat dikatakan bahwa sektarianisme dan sikap primordial akan terus membersamai kehidupan manusia. Sikap itu dapat dilahirkan oleh cara pandang yang tidak tepat terhadap agama, sosial, budaya, dan politik. Pandangan dan paham seperti ini dikatakan tidak baik karena sejarah telah membuktikan saat kekuasaan dibangun atas dasar sektarianisme dan primordialisme tidak akan bertahan lama. Sebagai contoh, kekuasaan Nazi yang dibangun di bawah landasan berpijak primordialisme hanya bertahan beberapa tahun saja. Yang dapat mempertahankan keberadaan spesies manusia hingga sampai sekarang adalah semangat koordinasi, hubungan timbal balik atas dasar perikemanusiaan. Jika tidak demikian, satu juta tahun lalu, manusia sudah mengalami kepunahan.

Iklan Layanan Masyarakat

Penulis adalah guru MTs dan MA Riyadlul Jannah, Cikundul, Sukabumi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here