The news is by your side.

Penipuan Sektarian: Kerajaan Agung Sejagat dan Sunda Empire

Abad ke-7 hingga 15, imperium Islam lahir, dua kekaisaran besar dapat ditumbangkan. Sebuah imperium terbesar yang memanjang dari Afrika sampai ke Timur Asia. Apakah sikap primordial muncul dari imperium Islam? Tentu saja, meskipun Al-Qur’an sangat jelas menyebutkan: Setiap manusia merupakan umat yang satu, namun pada sisi lain “ummatan waahidah” ini ditafsirkan oleh kekuasaan atau politik sebagai hubungan kemanusian tetapi dijadikan dasar bagaimana agar manusia memiliki satu keyakinan, pandangan hidup yang sama. 

Ada hal menarik, pada masa keemasan imperium Islam, banyak sarjana Muslim yang lebih mengkonsentrasikan diri pada ilmu pengetahuan daripada bermesraan dengan kekuasaan. Kelompok ini tetap konsern pada penelitian-penelitian, penerjemahan buku-buku filsafat Yunani dilakukan oleh para sarjana muslim. Kelompok-kelompok seperti inilah yang dapat meredam sikap primordial daripada kelompok yang mendapatkan sokongan dari penguasa. Kelompok politis dalam Islam ini lebih mengarah kepada sektarianisme. Kompromi antara Abdul Wahab dengan Saud telah melahirkan hubungan jenis ini. Sementara keberagamaan yang dikembangkan oleh para ulama salaf cenderung lebih cair, mereka memandang bahwa keragaman sebagai sebuah keniscayaan dan disebutkan dalam Al-Qur’an dijadikan umat manusia berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar saling mengenal.

Dari paparan di atas dapat dikatakan bahwa sektarianisme dan sikap primordial akan terus membersamai kehidupan manusia. Sikap itu dapat dilahirkan oleh cara pandang yang tidak tepat terhadap agama, sosial, budaya, dan politik. Pandangan dan paham seperti ini dikatakan tidak baik karena sejarah telah membuktikan saat kekuasaan dibangun atas dasar sektarianisme dan primordialisme tidak akan bertahan lama. Sebagai contoh, kekuasaan Nazi yang dibangun di bawah landasan berpijak primordialisme hanya bertahan beberapa tahun saja. Yang dapat mempertahankan keberadaan spesies manusia hingga sampai sekarang adalah semangat koordinasi, hubungan timbal balik atas dasar perikemanusiaan. Jika tidak demikian, satu juta tahun lalu, manusia sudah mengalami kepunahan.

Penulis adalah guru MTs dan MA Riyadlul Jannah, Cikundul, Sukabumi

Baca juga resensi buku lainnya :

  • Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
  • Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
  • Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
  • Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
  • Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.
Leave A Reply

Your email address will not be published.