NU Punya Visi Global untuk Peradaban Umat Manusia

26

Yang ketiga, menciptakan wacana alternatif. Tapi itu tidak cukup, harus ada strategi untuk mengubah mainset masyarakat. Nyatanya sekarang masyarakat masih punya mainset yang bermasalah, orang NU sendiri, misalnya kafir itu musuh, ancaman, tidak boleh diperlakukan sama dengan orang Islam, ini salah satu strategi untuk mengubah mindset. Wacana barunya sudah ada sekarang, kafir tidak relevan. Nah, sekarang bagaimana strategi mengubah mainset, kita perlu dua hal. 

Pertama, kita harus membangun melakukan penyesuaian sistem keagamaan kita. Harus kita tinjau lagi nih bagaimana kita mengajarkan agama kepada anak-anak kita. Misalnya sekarang kita tahu bahwa di madrasah-mmadrasah kita itu untuk pelajaran tarikh, pegangannya itu, khulashah Nurul Yaqin.

Nah, isinya statistik mayit. Perang ini yang mati berapa, perang itu ghanimahnya berapa. Jadi sejak awal, sejak madrasah ibtidaiyah itu, diajarkan kepada mereka bahwa Islam itu tentang perang. Dan kalau kita lihat kitab sirah yang lain, termasuk sirah nabiwiyah, yang ada isinya seragam didominasi oleh catatan perang sampai kepada sejarah yang lanjut. 

Nah, bagaimana kita tidak membuat alternatif. Kenapa kita misalnya tidak membangun bahan ajar yang menekankan tentang pengenalan akhlak Sayidina Rasulillah Shallallahu alaihi wasalam. Bahannya ada, haditsnya ribuan tidak kurang-kurang. Kenapa kita tidak ambil yang itu saja, bukan perang supaya anak-anak kita lebih mengenal akhlak mulia raasulullah. Kapan hari saya bertemu dengan asatidz Lirboyo, sebagian, punya keinginan untuk mulai menyusun soal itu. 

Kedua, komponennya gerakan sosial seperti NU ini yang kemudian kita punya instrumen sampai ke grasroot untuk menjalankan strategi dengan macam-macam kegiatan, dengan desiminasi wacana dan sebagainya sehingga grashroot ikut bergerak bersama-sama dengan wawasan ini. ini tidak ada di tempat lain.

Kenapa seluruh Timur Tengah dan dunia Islam di luar Indonesia gagal dan runtuh? Karena tidak ada tradisi gerakan sosial. Di Arab tidak ada tradisi gerakan sosial. Al-Azhar itu santrinya, alumninya ratusan ribu, tapi tidak pernah menjadi gerakan sosial. Tidak pernah ada inisiatif untuk membangun gerakan sosial.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here