Membongkar Misteri Sedulur Papat Limo Pancer

514

Apakah hanya itu? Ternyata tidak. Kontekstualiasi Sedulur Papat juga menjelmas dalam elemen dasar dalam kehidupan manusia. Seperti cipta, rasa, karsa, dan karya. Tanpa keempat hal ini, bisa jadi manusia hidup namun mati. Artinya, sangat konyol ketika manusia hidup namun tidak memiliki cipta, rasa, karsa dan karya.

Islam sendiri sudah mengonsep hal itu dengan riil ke dalam bab nafsu, tasawuf, dan kondisi hati manusia dalam Surat Al-Qiyamah (75:1-2). Dari ayat itu, Winardi (2017) mengnalisis, manusia memiliki empat unsur paling dasar, yaitu lawwamah, supiyah, amarah dan mutmainah.

Lawwamah ini diartikan selemah apa pun manusia, pasti di dalam jiwanya terdapat sifat kejam dan berani membunuh. Jika diilmiahkan, sifat ini  menjadi pertanda setiap manusia hidup membutuhkan tanah sebagai salah satu sumber hidup atau dalam tubuh manusia  pasti mengandung zat tanah. Lambang warna dari sifat aluamah yakni  hitam.

Supiyah mengandung arti yaitu sebagai sahabat hidup manusia  yang selalu menginginkan harta benda dalam kemegahan serta  kemewahan dunia. Lambang warna dari sifat supiyah yakni kuning. Amarah yaitu sifat selalu mengajak dan menginginkan hal berbau atau dalam ranah politik, kecerdasan akan tetapi lebih cenderung dalam kesombongan. Lambang warna dari sifat ini merah. Mutmainah yaitu sifat cenderung mengajak dalam nafsu ketuhanan,  beribadah kepada Tuhan. Lambang warna dari mutmainah yakni putih.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here