The news is by your side.

Terjemah dan Penjelasan tentang Syair-syair al Burdah

Fasal 2

فإن أمارتي بالسوءِ ما اتعظت
من جهلها بنذير الشيب والهـرم

Fa inna ammaaratii bis suu- i mat ta ‘ adhat
Min jahlihaa bi nadhiirish shaybi wal harami

Sungguh hawa nafsuku tetap bebal tak tersadarkan.
Sebab tak mau tahu peringatan uban dan kerentaan.

(شرح)
إن نفسي الأمارة بالسوء لم تتعظ من فرط الجهالة بنذير الشيب نذير الموت والهرم دليل الفوت

Penjelasan:
“Sesungguhnyalah hawa nafsuku telah menyuruhku untuk berbuat jelek dan tidak mau mendengarkan nasehat-nasehat yang ada. Sampaipun nasehat uban yang merupakan pertanda dekatnya kematian. Sedangkan kerentaan/ketuaan (tua renta) adalah tanda-tanda kematian.

ولا أعدت من الفعل الجميل قرى
ضيف ألم برأسي غير محتشم

Wa laa a ‘ addat minal fi ‘ lil jamiili qiraa
Đayfin alamma bi ra- sii ghayra muhtashimi

Nafsuku itu tidak pula mempersiapkan diri dengan amal baik untuk menjamu tamu
yang bersemayam di kepalaku tanpa rasa malu.

(شرح)
ولا أعدت من ثمرات الأعمال ومحاسن الخصال ضيافة اي إحسانا وإكراما لقدوم ضيف نزل برأسي فلم أكرمه عند إلمامه ولا أحتشمه

Penjelasan:
“Sedang diriku belum mempersiapkan diri dengan berbagai amal kebaikan guna menjamu tamu-tamu yang datang di kepalaku yakni ubanku. Dan tak pernah lagi aku menaruh hormat terhadap tamu itu dan tak pula aku punya rasa malu terhadapnya.”

Yang dimaksud dengan kata ‘Tamu’ di sini adalah uban yang mulai tumbuh di kepala sang penyair.

لو كنت أعلم أني ما أوقره
كتمت سراً بدا لي منه بالكتمِ

Law kuntu a ‘ lamu annii maa uwaqqiruhu
Katamtu sirran badaa lii minhu bil katami

Jika saja aku tahu ku tak menghormati uban yang bertamu.
Kan kusembunyikan dengan semir rahasia ketuaanku itu.

(شرح)
فلو كنت قبل نزوله عالما بأني لا أراعي حرمة الشيب لكتمت أول ما بدا لي من سر الشيب بخضاب يستر تحته البياض

Penjelasan:
“Kalau saja aku tahu sebelum uban ini tumbuh dan aku tidak akan menghormatinya, maka, sudah barang tentu akan kusemir dengan semir hitam, agar rahasia selalu tersembunyi dan tidak pernah diketahui.”

من لي برِّد جماحٍ من غوايتها
كما يردُّ جماح الخيلِ باللُّجم

Man lii bi raddi jimaaĥin min ghawaayatihaa
Kamaa yuraddu jimaaĥul khayli bil lujumi

Siapakah yang dapat mengembalikan nafsuku dari kesesatan?
Sebagaimana kuda liar dikendalikan dengan tali kekang.

(شرح)
من يرد نفسي الأمارة بالسوء عما هو عليه من الضلالة والغواية بالمواعظ السنية كما يرد الفرس الجموح باللجوم

Penjelasan:
Agaknya, siapakah yang dapat mengekang pemberontakan nafsuku yang tinggi? sebagaimana orang yang mengekang kuda dengan kendali.

فلا ترم بالمعاصي كسر شهوتها
إن الطعام يقوي شهوة النَّهم

Fa laa tarum bil ma ‘ aaşii kasra shahwatihaa
Innat ta ‘ aama yuqawwii shahwatan nahimi

Jangan kau patahkan nafsumu dengan maksiat.
Sebab makanan justru memperkuat nafsu si rakus pelahap.

(شرح)
فلا تطلب أيها المخاطب انكسار شهوة النفس وزوالها بشيء من المعاصي فإن تناول الأطعمة اللذيذة يقوي شهوة النهم

Penjelasan:
“Wahai orang yang kuajak bicara, jangan mengharap dapat mematahkan hawa nafsumu dengan jalan maksiat, karena segala kelezatan dan kenikmatan justru akan makin membangkitkan keserakahan.”

والنفس كالطفل إن تهملهُ شبَّ على
حب الرضاعِ وإن تفطمهُ ينفطم

Wan nafsu kat tifli in tuhmilhu shabba ‘ alaa
Hubbir rađaa’ i wa in tafţimhu yanfatimi

Nafsu bagai bayi, bila kau biarkan ia akan tetap menyusu.
Namun apabila engkau sapih, maka ia akan tinggalkan kebiasaan menyusu itu.

(شرح)
ولو منع نفسه عن الحرص في الأكل والشرب وهو كناية عن ارتكاب المعاصي والتلذذ بالملذات الشهواتية لامتنعت ووقفت لأن النفس شبه الطفل الرضيع إذا ترك على الرضاع ولم يفطم بلغ الى أوان الشباب وهو مستمر فإن فطم وفصل وقف ولم يتضرر من الفطم

Penjelasan:
“Jika saja kau dapat mengendalikan nafsu dari makan dan minum, hal ini sebagai bentuk kinayah dari perbuatan maksiat dan menikmati berbagai bentuk kelezatan/kenikmatan syahwati, maka niscaya engkau akan terhalang dari perbuatan maksiat itu, karena nafsu itu bagaikan bayi yang masih menyusu pada ibunya. Kalau dibiarkan ia akan tetap menyusu sampai dewasa, sebaliknya kalau dilepas, ia tidak akan mengalami bahaya apapun.”

فاصرف هواها وحاذر أن توليه
إن الهوى ما تولى يصم أو يصم

Faşrif hawaahaa wa ĥaadhir an tuwalliyahu
Innal hawaa maa tawallaa yusmi aw yasimi

Maka jauhkan nafsumu dari kenikmatan syahwati. Jangan biarkan ia berkuasa.
Karena jika ia berkuasa ia akan membunuhmu atau paling tidak ia akan mencercamu.

(شرح)
امسك إرادة نفسك واصرفها عما عليه من طلب الملذات والانهماك على الشهوات وتحذر استيلاءها عليك لأن سلطان الهوى إذا تولى على الإنسان إما يقتله وإما يعيبه

Penjelasan:
“Tahanlah kehendak hatimu serta jauhkan ia dari kenikmatan syahwati. Waspadalah atas cengkeramannya, karena sekali ia berkuasa, ia akan membunuhmu atau paling tidak ia akan mencercamu.”

وراعها وهي في الأعمالِ سائمةٌ
وإن هي استحلت المرعى فلا تسم

Wa raa ‘ ihaa wa hya fil a ‘ maali saa- imatun
Wa in hiya staĥlatil mar’ aa fa laa tusimi

Gembalakanlah nafsumu dengan baik di dalam lapangan amal, karena jika ia tidak terkendali, maka engkau tidak akan bisa lagi menggembalakannya.

(شرح)
وأحسن رعي النفس في كونها سائمة في رياض الأعمال لئلا تتباعد في رعيها فتستحلي المرعى وان استحلت فلا ترعها فتتمرد عليك ولا تطيعك بعد ذالك

Penjelasan:
“Jagalah nafsumu dengan baik di lapangan amal, jagalah ia jangan sampai jauh dari pengawasanmu, hingga ia merasakan nikmatnya padang rumput. Karena jika ia semakin jauh merasakan nikmatnya rumput, ia akan membangkang terhadap perintahmu serta tidak akan mematuhimu lagi selamanya.”

Dalam hal ini nafsu dalam kebaikan disamakan dengan binatang yang digembala di padang rumput, karena masing-masing tidak diketahui arahnya. Nafsu terkadang berbaur dengan takabbur, demikian pun binatang yang kadang-kadang merusak tanaman sehingga keduanya perlu mendapat perhatian.

كم حسنت لذةً للمرءِ قاتلة
من حيث لم يدرِ أن السم فى الدسم

Kam ĥassanat ladhdhatan lil mar- i qaatilatan
Min ĥaythu lam yadri annas summa fid das

Kerap ia goda manusia dengan kelezatan yang mematikan.
Tanpa ia sadar akan racun yang terdapat dalam lezatnya makanan.

(شرح)
كثيرا من المرات زينت وحسنت النفس لذة وراحة للمرء وهي في الحقيقة غير حسنة بل قاتلة مهلكة كالإنسان الذي يستريح ويستلن بشرب الخمر وإن كان في أوله راحة ونعمة ولكن آخره سكر ومرض وذلة فكان الذي يتناوله لم يدر أن ما يلتذ به من الطعام الدسم سم قاتل

Penjelasan:
“Memang, seringkali nafsu menghiasi dengan kelezatan serta ketenangan, padahal sejatinya ia tidak baik bahkan ia adalah pembunuh dan perusak bagaikan manusia yang merasa tenang dengan meminum tuak yang pada mulanya merasakan kenikmatan, namun akhirnya ia akan mabuk serta akan merasakan sakit juga kehinaan. Demikian pula bagi mereka yang suka akan nikmat dan lezatnya makanan lemak, tidak akan tahu bahwa makanan tersebut mengandung racun yang mematikan.”

واخش الدسائس من جوعٍ ومن شبع
فرب مخمصةٍ شر من التخم

Wa khshad dasaa- isa min juu ‘ in wa min shiba
Fa rubba makhmaşatin sharrun minat tukha

Takutlah akan malapetaka yang tersembunyi karena lapar dan kenyang. Terkadang kelaparan lebih berbahaya dari pada kekenyangan.

(شرح)
واخش المهالك الخفية الحاصل بعضها من الجوع كسوء الخلق والحدة والذبول وضعف البدن وبعضها من الشبع كالكسل وغلبة الشهوة وإظلام القلب. كل من هذه الأمور موسوس للعبادة. وقد تحصل العبادة مع الشبع دون الجوع فيكون الجميع شرا سواء كان من الشبع والجوع

Penjelasan:
“Takutlah akan malapetaka yang tersembunyi yang sebagian diakibatkan rasa lapar, seperti perilaku buruk, marah, lesu dan lemahnya badan, dan sebagian yang lain disebabkan oleh rasa kenyang, karena kekenyangan memungkinkan tumbuhnya rasa malas dan gelap hati. Semuanya ini sering menjadi penghalang ibadah. Terkadang ibadah masih bisa dilakukan pada saat seseorang merasa kenyang bukan sebaliknya. Namun bagaimanapun juga keduanya adalah hal yang buruk.

واستفرغ الدمع من عين قد امتلأت
من المحارم والزم حمية الندمِ

Wa stafrighid dam ‘ a min ‘ aynin qadi mtala-
Minal maĥaarimi wal zam ĥimyatan nadami

Deraikanlah airmata, dari pelupuk mata yang penuh noda dosa.
Peliharalah rasa sesal dan kecewa karena dosa.

(شرح)
وأكثر البكاء على خطيئتك وأفرغ الدموع من العين قد امتلأت من الإلتذاذ بالحرم والتزم الورع والإحتذار عما يجب أن يحتمي منه التائب النادم على ما فرط لعل تقبل توبتك ويجعل البكاء كفارة لذنبك

Penjelasan:
“Perbanyak menangis atas kesalahan-kesalahanmu. Dan deraikanlah air matamu yang pernah penuh kenikmatan haram. Dan pertahankanlah wara’ serta jauhilah segala dosa. Mudah-mudahan taubatmu diterima oleh Allah SWT dan semoga tangismu menjadi tebusan dari dosa-dosa yang telah kau lakukan.”

وخالف النفس والشيطان واعصهما
وإن هما محضاك النصح فاتَّهِم

Wa khaalifin nafsa wash shayţaana wa ‘ şihimaa
Wa in humaa maĥadaakan nusĥa fat tahimi

Lawanlah hawa nafsu dan setan durhaka, dan awasilah keduanya.
Jika mereka tulus menasehati, maka engkau harus mencurigainya.

(شرح)
النفس والشيطان عدوان مبينان فخالفهما فيما يأمرانك به أو ينهيانك عنه واعصهما في ذالك وإن أخلصا لك النصح, فاتهمهما

Penjelasan:
“Nafsu dan setan adalah dua musuh yang nyata. Maka lawanlah keduanya tentang apa saja yang mereka suruh maupun mereka larang serta awasi secara seksama. Kalaupun mereka menasehatimu dengan ketulusan, maka curigailah mereka berdua.”

ولا تطع منهما خصماً ولا حكماً
فأنت تعرف كيد الخصم والحكم

Wa laa tuţi ‘ minhumaa khasman wa laa hakam
Fa anta ta ‘ rifu kaydal khaşmi wal ĥakami

Janganlah engkau taat kepada nafsu dan setan, baik selaku musuh atau selaku hakim.
Sebab engkau sudah tahu dengan nyata, bagaimana tipu dayanya seorang musuh maupun seorang hakim.

(شرح)
لا تعتقد نصحهما فإن أحدهما خصمك والآخر حاكم عليك ومثلك لا يخفى عليك مكر الخصم وجور الحاكم المتعصب

Penjelasan:
“Jangan sekali-kali kau mempercayai nasehat nafsu dan setan. Karena ia merupakan musuh dan sekaligus hakim bagimu. Dan kau tentu tahu, bagaimana tipu daya setan serta bagaimana kedhzaliman hakim yang fanatik.”

أستغفر الله من قولٍ بلا عملٍ
لقد نسبتُ به نسلاً لذي عُقم

AstaghfiruLlaaha min qawlin bi laa ‘ amalin
Laqad nasbtu bihi naslan li dhii’ uqumi

Kumohon pengampunan kepada Allah, atas ucapan yang tanpa pengamalan.
Sungguh … Hal itu laksana orang mandul tak berketurunan.

(شرح)
إني أستغفر الله من قولي هذا لأني لم أعقب قولي عملا يناسب مقالي فإن نتيجة القول العمل. فلما لم ينتج قولي عملا فهو كالرقيم العقيمة التي لم تنتج ولدا والله لقد عزوت بهذا القول الخالي عن العمل ولدا لعقيم

Penjelasan:
“Aku memohon ampunan kepada Allah atas kata-kataku ini karena aku merasa tidak menyertainya dengan perbuatan. Padahal setiap ucapan seharusnya berbuah amal. Jika tidak demikian, maka perkataan itu bagaikan perempuan mandul yang tak berketurunan. Demi Allah SWT aku samakan hal ini dengan anak bagi perempuan mandul.”

أمْرتُك الخير لكن ما ائتمرت به
وما استقمت فما قولى لك استقمِ

Amartukal khayra laakin maa – tamartu bihi
Wa maa staqamtu fa maa qawliiblaka staqimi

Engkau ku perintah lakukan amal kebaikan,
namun aku sendiri enggan mengerjakannya. Maka tiada guna ucapanku agar kau berlaku benar.

(شرح)
قد أمرتك بالعمل الصالح وما فعلت ما أمرتك به وما استقمت بامتثال الأوامر وترك النواهي فما فائدة قولي اعتدل أنت إذا لم أعتدل أنا وقد قال الله تعالى في كتابه الكريم: يا أيها الذين آمنوا لم تقولون مالا تفعلون كبر مقتا عند الله أن تقولوا مالاتفعلون.

Penjelasan:
“Telah aku anjurkan kebaikan, namun aku sendiri tidak mengerjakannya dan tidak pula istiqamah. Maka apalah gunanya ucapanku jika aku sendiri tidak adil dalam nasehatku. Padahal Allah SWT telah berfirman dalam AI-Qur’an, yang artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa kau menyampaikan kata-kata yang tidak pernah kau lakukan. Maka, adalah kemarahan besar dari Allah SWT bagi mereka yang mengucapkan kata-kata yang tidak pernah mereka lakukan”.”

ولا تزودت قبل الموت نافلةً
ولم أصل سوى فرض ولم اصم

Wa laa tazawwadtu qablal mawti naafilatan
Wa lam usalli siwaa farđin wa lam asumi

Dan diriku tiada menambah bekal amal ibadah kesunahan, sebelum kematian datang.
Dan tidak pula aku shalat dan puasa, kecuali hanya ibadah yang wajib saja.

(شرح)
ولا تزودت قبل نزول الموت زادا من النوافل واقتصرت من الصلاة والصيام على الفرض منهما

Penjelasan:
“Belum aku persiapkan bekal amal-amal sunnah sebelum kematian menjemputku, kecuali hanya dengan shalat dan puasa yang wajib saja.”

Baca juga resensi buku lainnya :

  • Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
  • Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
  • Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
  • Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
  • Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.
19 Comments
  1. Anam says

    Ijin copas copas Ya Syeh…semoga bermanfaat untuk ummat….AAmiinn

  2. Anam says

    Ijin copas copas Ya Syeh…semoga bermanfaat untuk ummat….AAmiinn

    Terimaksih

    1. LTN NU Jabar says

      silahkan… semoga bermanfaat…

      1. Anam says

        Aamiin…Burdahan ditemoat kami setiap malam kamis

        1. Anam says

          Jika ada dalam bentuk PDF nya bolehkan saya memintanya, dikirim via WA

          1. LTN NU Jabar says

            ngga punya kang, tp silahkan copas saja artikelnya. ke depannya, kami akan coba tambahkan fitur donlot ke pdf.. haturnuhun sudah berkunjung…

  3. Anam says

    Jika ada dalam bentuk PDF nya bolehkan saya memintanya, dikirim via WA

  4. Hudzaifah says

    Kak, saya ijin simpan, ya.

    1. LTN NU Jabar says

      silahkan… trims ya.. udah berkunjung

  5. Muhammad Fahmi Rusli says

    Terima kasih dari kami di Jawa Timur atas sharingnya rekan2 LTNNU Jabar..

    1. LTN NU Jabar says

      siap… sama sama, terimakasih banyak sudah berkunjung Kang…

  6. Happy Marda Kusuma says

    Mohon ijin copas, pak kiyai… 🙏

    1. LTN NU Jabar says

      lanjut… terima kasih sudah berkunjung ya…

  7. Ahmad Muhtar says

    Izin copas ya Syekh semoga tambah berkah, Amin yaa robbal Alamin

    1. LTN NU Jabar says

      mangga kang… lanjut..

  8. Ahmad Muhtar says

    Izin copas ya Syekh semoga tambah berkah Amin yaa robbal Alamin

    1. LTN NU Jabar says

      siap… lanjut kang..

    2. Umme says

      Ma’af ini nama Syarah nya apa, kok gak ada di internet dan di toko,

  9. ABDUL MUJIB says

    aslmkm, sdh adakah yg berbentuk PDF

Leave A Reply

Your email address will not be published.