Terjemah dan Penjelasan tentang Syair-syair al Burdah
Fasal 6
دعني ووصفي آيات له ظهرت
ظهور نار القرى ليلاً على علم
Da’ nii wa waşfī aayaatin lahu dhaharat
Dhuhuura naaril qiraa laylan ‘ alaa ‘ alami
Biarkan aku mengurai mukjizat yang tampak pada nabi
Tampak bagai api jamuan malam hari di atas gunung menjulang tinggi
(شرح)
أتركني مع ذكري علامات ظهرت للنبي كظهورنار الضيافة في الليل على جبل عال
Penjelasan:
“Biarkanlah aku menyebut mukjizat Nabi saw yang terang dan nyata itu, seperti terangnya api yang dinyalakan untuk memberi isyarat kepada tamu dari atas gunung yang tinggi.”
فالدُّرُّ يزداد حسناً وهو منتظمٌ
وليس ينقص قدراً غير منتظم
Fad durru yazdaadu ĥusnan wa hwa muntad
Wa laysa yanquşu qadran ghayra muntadhi
Mutiara bertambah indah anggun bila ia rapi tersusun
Nilainya tak berkurang sedikitpun walau tak tersusun
(شرح)
فيزداد ظهورها بذكرها ويزداد حسنا بنظمها ولا ينقص قدرها إذا لم تنتظم كالدر إذا نظم يزداد حسنا وإذا لم ينظم لا ينقص قدرها
Penjelasan:
“Mukjizat Nabi Muhammad saw pun akan bertambah keindahannya jika disebut. Dan bertambah keindahannya jika disusun dengan kata-kata syair. Namun tidaklah berkurang derajatnya jika tidak disusun dengan kata-kata syair sebagaimana mutiara yang apabila disusun maka akan nampak keindahannya dan jika pun tidak tersusun, ia tetap mutiara yang berharga.”
فما تطاول آمال المديح إلى
ما فيه من كرم الأخلاق والشِّيم
Fa maa taţqqwulu aamaalil madiiĥi ilaa
Maa fīhi min karamil akhlaaqi wash shiyami
Maka harapan para pengagum sang Rasul tak kan bisa menjangkau terhadap apa yang ada pada diri sang Rasul yakni budi pekerti yang sudah menjadi watak dan kepribadian beliau
(شرح)
إذا كانت آياته صلى الله عليه وسلم لا يدرك لها غاية فكيف تصل آمال المادحين الى ما فيه من استقصاء مكارم الأخلاق والشيم التي جبل عليها
Penjelasan:
“Jika mukjizat Rasulullah saw tidak dapat dijangkau atau dicapai puncaknya, bagaimana mungkin harapan para pengagum sang baginda Nabi saw dapat menjangkau akhlaq mulia yang ia miliki dan sudah menjadi watak dan kepribadian beliau.”
آيات حق من الرحمن محدثةٌ
قديمةٌ صفة الموصوف بالقدم
AAyaatu haqqin min ar- Raĥmaani muhdathatun
Qadiimatun şifatul mawşuufi bil qidami
Ayat- ayat Al-Quran adalah dari Tuhan yang Maha Pengasih
Baru turunnya, terdahulu maknanya dan merupakan sifat dari Dzat yang Maha Dahulu ‘Qadim’
(شرح)
آيات حق كائنة من الرحمن محدثة النزول قديمة المعاني لأنها صفة الموصوف القديم والقديم لا يوصف بحادث
Penjelasan:
“Ayat-ayat al-Qur’an datang dari Allah SWT. Baru kala diturunkan, akan tetapi ia lama dalam makna, karena ia adalah sifat dari Dzat yang Maha Dahulu ‘Qadim’. Sedangkan sesuatu yang bersifat ‘qadim’ tak kan pernah bersifat baru ‘hadits’.
لم تقترن بزمانٍ وهي تخبرنا
عن المعادِ وعن عادٍ وعن إِرَم
Lam taqtarin bi zamaanin wa hya tukhbirunaa
‘Anil Ma ‘aadi wa ‘an ‘aadin wa ‘an irami
Ayat-ayat al-Qur’an tak bersamaan dengan zaman
Dan ayat-ayat al-Qur’an telah kabarkan pada kita tentang akhirat, kaum `Ãd dan kota Iram.
(شرح)
إن هذه الآيات القديمة لم تقترن بزمان وهي مشتملة على الأخبار عن المعاد وعن عاد وعن ارم
Penjelasan:
“Ayat-ayat al-Qur’an itu tidak akan terikat dengan waktu. Dan ia mengandung berita tentang hidupnya kembali orang-orang yang sesudah meninggal, kaum A’d dan kota Irom.”
IROM, nama sebuah kota yang dibangun oleh Syidad seorang putra ‘Ad. Kota ini dibangun setelah ia mendengar berita tentang bagaimana sifat-sifat surga. Kemudian ia pun berkata: “Saya juga harus membangun surga yang seperti itu.” Maka dibangunlah Irom dalam waktu tiga ratus tahun. Semua gunung-gunungnya dibikin dari emas dan perak sedangkan tiang-tiangnya bertahtakan ratna mutu manikam. Serta air-air yang mengalir di antara berbagai macam pepohonan. Setelah selesai semuanya, ia berangkat dengan semua pasukannya. Sampai jarak kurang lebih satu hari satu malam perjalanan dari tempat tersebut, Allah mengirimkan suara jeritan dari langit sehingga hancur berantakanlah sebelum mereka sampai pada tujuannya.
دامت لدينا ففاقت كلَّ معجزةٍ
من النبيين إذ جاءت ولم تدمِ
Daamat ladaynaa fa faaqat kulla mu’ jizatin
Minan Nabiyyiina idh jaa- at wa lam tadumi
Ayat ayat ilahi di sisi kita
Mengungguli mukjizat para nabi karena mukjizat mereka tidak abadi
(شرح)
إن هذه الآيات من معجزاته وهي باقية بعد وفاته وهذه المعجزة فاقت جميع معجزات الأنبياء لأن جميع معجزاتهم التي جاؤوا بها لم تبق بعد وفاتهم وهذه باقية الى يوم القيامة
Penjelasan:
Pada dasarnya ayat-ayat ini adalah dari mukjizat Nabi Muhammad saw. Ia kekal (sekalipun) Nabi Muhammad wafat. Dan mukjizat itu melebihi mukjizatnya seluruh nabi yang lain, karena mukjizat mereka hilang dan habis sepeninggalnya mereka. Sedang mukjizat Nabi Muhammad saw kekal sampai hari kiamat.”
محكّماتٌ فما تبقين من شبهٍ
لذى شقاقٍ وما تبغين من حكم
Muhkamaatun fa maa tubqiina min shubahin
Li dhii shiqaaqin wa maa tabghiina min ĥakam
Sungguh kokoh itu al-quran tak tinggalkan keserupaan
Bagi yang punya perselisihan dan tak usah cari hakim kebenaran
(شرح)
إن هذه الآيات محكمة ناصرة أهل الحق مزيلة شبه أهل الضلال فما يبقى بها شبهة لصاحب خلاف وما تطلب حاكما يحكم مخالف الحق لظهور براهيتها عليه
Penjelasan:
“Sesungguhnya ayat-ayat ini adalah ayat-ayat yang kokoh, dapat menolong orang-orang yang benar serta dapat menghilangkan keraguan/kerancuan orang-orang yang sesat. Maka tidak akan ada syubhat (keraguan) bagi yang berselisih paham dan tidak pula perlu mencari hakim untuk memberikan keputusan kepada orang yang menentang kebenaran karena begitu jelas dan nyatanya dalil-dalil al Qur’an tersebut”.
ما حوربت قط إلا عاد من حَرَبٍ
أعدى الأعادي إليها ملقي السلمِ
Maa ĥuuribat qattu illaa’ aada min ĥarabin
A’dal a ‘aadii ilayha mulqiyas salami
Sama sekali al-Qur’an takkan pernah ditentang kecuali akan kembali dari medan perang,
musuh yang sangat hebat dalam keadaan pasrah/menyerah.
(شرح)
إن هذه الآيات ما عارضها معارض الا رجع من الشدة مستسلما منقادا لعجزه عن معارضتها إما بدخول الإسلام وإما بترك المحاربة وهذا من شدة بلاغتها
Penjelasan:
“Ayat-ayat ini tidak akan pernah ditentang, kalau pun ada penentangnya akanlah kembali dari kekerasan ke penyerahan serta tunduk pada perintah. Atau mungkin juga dengan memeluk agama Islam serta meninggalkan pertempuran dan ini semua tidak lain kecuali dari ketinggian sastra al-Qur’an.”
ردَّتْ بلاغتها دعوى معارضها
ردَّ الغيور يد الجاني عن الحرم
Raddat balaaghatuhaa da ‘ waa mu’ aaridihaa
Raddal ghayuuri yadal jaanii’ anil ĥurami
Keindahan sastranya menaklukkan penentangnya
Sebagaimana penolakan pencemburu (dalam membela) keluarganya dari tangan pendosa yang akan menjamahnya
(شرح)
إن بلاغة هذه الآيات ردت من يعارضها ردا شديدا كرد الفحل الغيور يد الجاني عن حرمه
Penjelasan:
“Sesungguhnya sastra aI-Qur’an telah mampu menolak para penentang ayat-ayat al-Qur’an dengan begitu kuatnya sebagaimana penolakan orang yang cemburu pada Mahramnya, ketika akan diganggu oleh tangan-tangan pendosa.”
لها معانٍ كموج البحر في مددٍ
وفوق جوهره في الحسن والقيمِ
Lahaa ma’ aanin ka mawjil bahri fī madadin
Wa fawqa jawharihi fil ĥusni wal qiyami
Bagi al-Qur’an berlimpah ruah maknanya bak ombak samudera
Keindahan dan nilainya melebihi mutiara samudera
(شرح)
إن هذه الآيات معانيها كثيرة كموج البحر مددا اي كثرة من حسنها فوق حسن جوهر المستخرج من البحر وكذالك في قدرها وشرفها فوق الجوهر
Penjelasan:
“Sesungguhnya ayat-ayat al-Qur’an ini maknanya amatlah banyak sekali bagaikan banyaknya ombak laut, begitu indah melebihi keindahan mutiara yang dikeluarkan dari samudra. Begitu pula nilai serta kemuliannya.”
فما تعدُّ ولا تحصى عجائبها
ولا تسام على الإكثار بالسأمِ
Fa maa tu’ addu wa laa tuĥşaa ajaa – ibuhaa
Wa laa tusaamu ‘ alal ikthaari bis sa – ami
Keajaiban ayat ayat al-Quran tak bisa dibatasi dengan hitungan
Maknanya nan banyak bertebaran sama sekali tak kan pernah membosankan
(شرح)
إن هذه الآيات مع كثرتها لا توصف بالملالة وعجائبها لا تعد ولا تحصى
Penjelasan:
“Dan ayat-ayat ini sekalipun banyak kandungan maknanya, tidak akan pernah membosankan. Serta tidak akan terhitung berapa banyak keajaibannya.”
قرَّتْ بها عين قاريها فقلت له
لقد ظفرت بحبل الله فاعتصم
Qarrat bihaa ‘ aynu qaariihaa fa qultu lahu
Laqad dhafirta bi ĥabliLlaahi fa ‘ taşimi
Sejuklah mata pembacanya lalu aku katakan padanya
Sungguh anda telah beroleh bahagia berpeganglah selalu pada tali Allah SWT
(شرح)
إن هذه الآيات بردت عين قارئها وسكنت من السرور بسببها فقلت له فوالله لقد فزت من الله تعالى بسبب يوصلك الى دار كرامته
Penjelasan:
“Dari sebab ayat-ayat ini pulalah, maka sejuk dan tenang mata setiap pembacanya karena gembira. Oleh karenanya, aku (penyair) berkata : Demi Allah, engkau telah beruntung dengan jalan yang dapat membawamu sampai ke surga.”
إن تتلها خيفةً من حر نار لظى
أطفأت حر لظى من وردها الشم
In tatluhaa khiifatan min harri naari ladhaa
Aţfa- ta ĥarra ladhaa min wirdihash shabimi
Jika kau baca ayat-ayat al-Qur’an karena takut akan panasnya neraka ladhza (jahanam)
Maka kau dapat memadamkan panasnya neraka karena saking sejuknya airnya
(شرح)
وإنك إن تتلها خوفا من نار جهنم اطفأت أنت حرها من وردها البارد شبه الآيات بالماء لأنها سبب حياة الأرواح كما أن الماء سبب حياة الناس
Penjelasan:
Kalau kau membacanya karena kau takut pada panasnya api neraka jahanam, kau dapat memadamkannya karena kesejukan ayat-ayat al-Qur’an. Ayat-ayat al-Qur’an di sini disamakan dengan air karena sama-sama mempunyai kesamaan dalam hal sebab terjadinya kehidupan. Ayat-ayat al-Qur’an menjadi penyebab hidupnya ruh dan air menjadi sebab bagi kehidupan manusia.”
كأنها الحوض تبيض الوجوه به
من العصاة وقد جاؤوه كالحمم
Ka annahal Ĥawđu tabyaddul wujuuhu bihi
Minal ‘ uşaati wa qad jaa_ uuhu kal ĥumami
al-Quran laksana telaga yang mampu memutihkan wajah-wajah para pendosa
yang datang dengan wajah hitam bagaikan arang
(شرح)
كأن الآيات تبيض وجوه القارئين بها كحوض الكوثر في تبييض وجوه العصاة إذا جاؤوا كالفحم الأسود
Penjelasan:
“Ayat-ayat aI-Qur’an itu telah membersihkan wajah-wajah pembacanya seperti telaga kautsar yang telah membersihkan wajah kaum pembangkang (pembuat maksiat) yang datang dengan wajah bagaikan arang.”
وكالصراط وكالميزان معدلةً
فالقسط من غيرها في الناس لم يقم
Wa kaş Şiraaţi wa kal Miizaani ma ‘ dalatan
Fal qisţu min ghayrihaa fin naasi lam yaqumi
al-Quran tegak bak lurusnya jalan laksana keadilan timbangan
Keadilan selain al-Quran di kalangan manusia tiada yang langgeng bertahan lama
(شرح)
إنها آيات حق مستقيمة عادلة كالصراط في الإستقامة وكالميزان من العدل الدائم والعدل من غيرها من الكتب لم يدم في الناس
Penjelasan:
“Sesungguhnya ayat-ayat aI-Qur’an adalah ayat-ayat Allah yang Maha Benar yang lurus bagaikan jalan lurus. Dan juga seperti sebuah timbangan yang adil (tidak berat sebelah). Sedang keadilan dari hukum-hukum selain al-Qur’an bagi peradilan manusia tidak akan abadi.”
لا تعجبن لحسودٍ راح ينكرها
تجاهلاً وهو عين الحاذق الفهم
Laa ta ‘ jaban li ĥasuudin raaĥa yunkiruhaa
Tajaahulan wa hwa ‘ aynul ĥaadhiqil fahimi
Jangan heran pada pendengki yang berusaha mengingkari ayat-ayat al-Qur’an
Pura pura bodoh padahal ia begitu cerdas memahami ayat-ayat al-Qur’an tersebut
(شرح)
لا تعجب أيها المؤمن بهذه الآيات من حسود للنبي حمل حسده على إنكارها تجاهلا منه والحال أنه عالم وليس بجاهل وإنما هو نفس الحاذق كثير الفهم لكن بقلبه مرض حمله على إنكارها
Penjelasan:
“Wahai orang-orang mukmin! Janganlah engkau heran akan perilaku para pendengki yang mengingkari ayat ayat aI-Qur’an dengan berpura-pura bodoh?! Padahal ia alim dan sama sekali tidak bodoh. Sejatinya mereka begitu cerdas akan tetapi hati mereka sakit hingga mereka mengingkari kebenaran al-Qur’an.”
قد تنكر العين ضوء الشمس من رمد
وينكر الفم طعم الماءِ من سقم
Qad tunkirul ‘ aynu daw – ash shamsi min ra
Wa yunkirul famu ta ‘ mal maa, i min saqami
Terkadang mata mengingkari pada terangnya sinar matahari karena sakit mata
Segarnya air tekadang mulut pungkiri karena sakit yang menyelimuti
(شرح)
حيث ان إنكار الآيات المتصفة بالمعجزات من الحسد لا من الجهل فهو كمن ينظر ضوء الشمس من مرض في عينيه وكمن ينكر طعم الماء العذب إذا حصل له السقم فيستأذي من ضوء الشمس من رمد عينيه ويطعم الماء العذب مرا من سقمه
Penjelasan:
“(sebagaimana diketahui) para pendengki al-Qur’an mengingkari kebenaran al-Qur’an bukan karena bodoh, maka hal itu sama dengan seseorang yang melihat terangnya sinar matahari karena penyakit yang ia derita pada kedua matanya. Dan sama juga seperti orang yang sedang sakit. Ia mengingkari rasa air yang segar terasa pahit. Maka orang yang sedang sakit kedua matanya akan kesakitan terhadap terangnya sinar matahari begitu pula orang yang sedang sakit akan merasakan pahitnya air tawar yang segar karena sakit yang ia derita.”
Baca juga resensi buku lainnya :
- Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
- Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
- Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.




Ijin copas copas Ya Syeh…semoga bermanfaat untuk ummat….AAmiinn
Ijin copas copas Ya Syeh…semoga bermanfaat untuk ummat….AAmiinn
Terimaksih
silahkan… semoga bermanfaat…
Aamiin…Burdahan ditemoat kami setiap malam kamis
Jika ada dalam bentuk PDF nya bolehkan saya memintanya, dikirim via WA
ngga punya kang, tp silahkan copas saja artikelnya. ke depannya, kami akan coba tambahkan fitur donlot ke pdf.. haturnuhun sudah berkunjung…
Jika ada dalam bentuk PDF nya bolehkan saya memintanya, dikirim via WA
Kak, saya ijin simpan, ya.
silahkan… trims ya.. udah berkunjung
Terima kasih dari kami di Jawa Timur atas sharingnya rekan2 LTNNU Jabar..
siap… sama sama, terimakasih banyak sudah berkunjung Kang…
Mohon ijin copas, pak kiyai… 🙏
lanjut… terima kasih sudah berkunjung ya…
Izin copas ya Syekh semoga tambah berkah, Amin yaa robbal Alamin
mangga kang… lanjut..
Izin copas ya Syekh semoga tambah berkah Amin yaa robbal Alamin
siap… lanjut kang..
Ma’af ini nama Syarah nya apa, kok gak ada di internet dan di toko,
aslmkm, sdh adakah yg berbentuk PDF