Terjemah dan Penjelasan tentang Syair-syair al Burdah
Fasal 4
أبان مولده عن طيب عنصره
يا طيب مبتدأ منه ومختتم
Abaana Mawliduhu ‘ an tiibi ‘ unşurihi
Yaa Ţība mubtada – in minhu wa mukhtatami
Kelahiran sang nabi menampakkan kesucian unsurnya
Alangkah indah permulaan maupun penghabisannya
(شرح)
أظهر الله عند ولادته طهارة حقيقته الخاصة به بخوارق العادات الدالة على كمال العنايات فيا عقلاء أنظروا غرائب مبادئه وتدبروا عجائب نهايته
Penjelasan:
“Allah SWT telah menunjukkan di hari kelahirannya, kesucian hakekat beliau dimana Allah SWT khususkan baginya mu’jizat yang luar biasa yang menunjukkan kesempurnaan inayah Allah padanya. Dan perhatikanlah wahai orang-orang berakal, keanehan pada awal dan akhirnya.”
يومٌ تفرَّس فيه الفرس أنهم
قد أنذروا بحلول البؤْس والنقم
Yawmun tafarrasa fīhil fursu annahumu
Qad undhiruu bi ĥuluulil bu – si wan niqami
Hari kelahiran Rasulullah saw adalah hari dimana para ahli nujum telah meramal
Bahwa mereka akan mendapatkan peringatan akan datangnya bencana dan siksa
(شرح)
إن يوم ولادته صلى الله عليه وسلم يوم ظهر للفرس أنهم أنذروا بنزول الشدة والعقوبة من حيث ما حصل لهم من خراب ملكهم وتشتيت أمرهم وتفريق قبائلهم وسقوط دولتهم للمسلمين
Penjelasan:
“Sesungguhnya pada hari kelahiran Nabi Muhammad saw adalah hari di mana orang-orang Persi diperingatkan oleh para ahli nujum dengan datangnya malapetaka yang menyebabkan hancurnya kerajaan mereka, bercerai-berainya keadaan maupun suku-suku mereka serta jatuhnya kerajaan mereka pada kaum Muslimin.”
وبات إيوان كسرى وهو منصدعٌ
كشمل أصحاب كسرى غير ملتئم
Wa baata iiwaanu kisraabwa hwa munşadi ‘ un
Ka shamli asĥaabi kisraa ghayra multa- imi
Saat menjelang malam tiba, istana Kisra hancur terbelah
sebagaimana kumpulan sahabat Kisra tiada menyatu terpecah belah
(شرح)
إنه شبه وقوع الإنصداع في منزل كسرى بوقوع التفرقة بين أصحابه ولم يزالوا في تفرق وتشتت حتى جاء بشائر الإسلام
Penjelasan:
Sang penyair mengumpamakan terjadinya kehancuran kerajaan Kisro dengan perpecahan di antara teman-temannya. Dan mereka senantiasa bercerai-berai, sampai datang kabar gembira dari Islam.”
والنار خامدة الأنفاس من أسفٍ
عليه والنهر ساهي العين من سدم
Wan naru khaamidatul anfaasi min asafin
‘Alayhi wan nahru saahil ‘ ayni min sadami
Api sesembahan orang-orang Persia, padam karena duka yang mencekam
Sungai eufrat tak mengalir, karena kesedihan yang amat dalam
(شرح)
إن النار التي كانت الفرس تعبدها خمدت ولم تكن خمدت قبل بألف عام أسفا على انصداع ايوان كسرى وسكن النهر الجاري كذالك حزنا عليه
Penjelasan:
“Sesungguhnya api yang menjadi tempat pemujaan orang-orang Persi dahulu menjadi padam pada hari kelahiran Rasulullah saw, padahal beribu-ribu tahun api tersebut belum pernah padam sebagai bentuk kesedihan atas kehancuran kerajaan Kisro begitu pula sungai eufrat berhenti mengalir karena sedih atas kehancuran kerajaan mereka.”
Dalam hal ini yang dimaksud dalam syair di atas adalah penghuni sekitar sungai dan api tempat pemujaan orang-orang Persi.
المراد بالنار نار الفرس التي كانوا يعبدونها وكان لها خدمة يوقدونها ولم تخمد قبل ذالك بألف سنة
Yang dimaksud dengan kata ‘api’ dalam syair al Bushiri adalah api yang merupakan sesembahan orang-orang Persi. Dan pada api yang menjadi sesembahan mereka itu terdapat para pelayan yang menyalakannya dan tidak pernah padam sebelumnya selama seribu tahun lamanya.
وساءَ ساوة أن غاضت بحيرتها
ورُد واردها بالغيظ حين ظمي
Wa saa – a saawata an ghaadat buhayratuhaa
Wa rudda waariduhaabbil ghaydhi ĥīna dhamī
Penduduk sekitar danau Saawah resah saat danaunya kering
Pengambil air kembali dengan tangan hampa kecewa ketika terjerat rasa dahaga
(شرح)
واحزن أهل ساوة غيض ماء البحيرة ورجوع وارد البحيرة بالغضب حين جاء ولم يجد الماء وقد عطش
Penjelasan:
“Keringnya air danau Saawah (salah satu danau di wilayah Irak dimana dulu disekelilingnya terdapat beberapa gereja) telah menyengsarakan penduduk di sekitarnya. Begitu pula kembalinya para pendatang yang hendak mengambil air danau tersebut dengan perasaan marah karena tidak menemukan air padahal mereka begitu kehausan.
كأن بالنار ما بالماء من بلل
حزناً وبالماء ما بالنار من ضرمِ
Ka anna bin naari maa bil maa- i min balalin
Ĥuznan wa bil maa- i maa bin naari min đarami
Seakan akan pada api tersebut terdapat air danau Saawah karena duka
Dan pada air danau Saawah terdapat api yang menyala
(شرح)
إن النار التي خمدت تلك الليلة كأن بها ما بالماء من البلل فصارت مبتلة لحزنها وإن الماء الذي غاض تلك الليلة صار كأن به ما بالنار من الضرم لحزنه أيضا فكأن ما بكل من نار فارس وماء بحيرة ساوة انتقل للآخر والمراد بذالك هم الفرس اي أنهم يحزنون على تغيير ملكهم وتشتيت أمرهم
Penjelasan:
“Sesungguhnya api yang padam pada malam itu, seolah-olah terguyur oleh air danau Saawah. Demikian pula air danau yang kering itu, seolah-olah habis terserap oleh panasnya api tersebut karena begitu sedihnya (jadi seolah-olah air danau terserap oleh panasnya api, hingga api pun padam. Demikian juga dengan air danau sawah yang kering, karena terkena panasnya api yang menjadi sesembahan orang-orang Persi yang begitu menyala dan membara.).
Keduanya seakan-akan saling berpindah satu dengan yang lain.
Maksudnya adalah bahwa mereka begitu sedih akan kehancuran kerajaan mereka serta cerai berainya keadaan mereka.”
والجن تهتف والأنوار ساطعةٌ
والحق يظهر من معنى ومن كلم
Wal jinnu tahtifu wal anwaaru saaţi ‘ atun
Wal ĥaqqu yadhharu min ma’ nan wa min k
Para jin menjerit, cahaya membumbung tinggi ke angkasa
Kebenaran tampak nyata dari makna maupun kata
(شرح)
والجن تصيح وترجف مما حصل لهم من الخوف والرعب ويتكلمون مع أولياءهم فيما دهمهم من ذالك والأنوار ساطعة يوم مولده صلى الله عليه وسلم مضيئة مرتفعة في الآفاق والحق اي صدق النبوة من المعاني التي اتت بها الكتب المنزلة ومن الكلام الذي نطقت به السنة الأخبار والرهبان
Penjelasan:
“Maka jin-jin pun berteriak dan gemetar karena ketakutan, dan mereka melaporkan kepada pemimpin-pemimpin mereka tentang apa yang sedang terjadi. Cahaya terang memancar tinggi di Iangit pada hari kelahiran Nabi Muhammad saw. Kebenaran atas kenabiannya nampak dari arti yang dibawa kitab-kitab suci yang diturunkan sebelum Nabi Muhammad saw dan dari keterangan ulama-ulama Yahudi serta pendeta-pendeta Kristen.”
عموا وصموا فإعلان البشائر لم
تسمع وبارقة الإنذار لم تشم
‘Ammuu wa şammuubfa i ‘ laanul bashaa- iri lam
Tusma’ wa baariqatul indhaari lam tushami
Mereka buta dan tuli. Kabar gembira tidak mereka dengar
Begitu juga kilatan peringatan sama sekali tidak mereka hiraukan
(شرح)
صموا فلم يسمعوا اعلان البشائر وعموا فلم يبصروا بارقة الأنوار فإظهار البشائر به صلى الله عليه وسلم لم تسمع ولامعة الأنوار به اي تخويفهم به لم تنظر
Penjelasan:
“Mereka menjadi tuli, maka mereka tidak dapat mendengar kabar gembira atas kelahiran Nabi Muhammad. Dan mereka pun buta, maka mereka tidak pula dapat melihat akan peringatan-peringatan yang mengancam mereka. Kabar gembira akan kelahiran Nabi Muhammad saw serta kilatan peringatan dari Allah SWT tidak mereka dengar dan tidak pula mereka lihat”
من بعد ما أخبر الأقوام كاهِنُهُمْ
بأن دينهم المعوجَّ لم يقمِ
Min ba ‘ di maa akhbaral aqwaama kaahinuhum
Bi anna dīnahumul mu ‘ wajja lam yaqumi
Para rahib mereka telah kabarkan berita
bahwa agama mereka yang melenceng itu tak akan bertahan lama
(شرح)
إنهم عموا وصموا بعد أخبرهم الكهان بأن دينهم المائل عن الحق لا يدوم
Penjelasan:
“Sesungguhnya mereka buta dan tuli setelah para ahli nujum memberitahukan bahwa agama mereka yang salah itu tidaklah abadi.”
وبعد ما عاينوا في الأفق من شهـب
منقضةٍ وفق ما في الأرض من صنم
Wa ba ‘ da maa ‘ aayanuubfil ufqi min shuhubin
Munqađđatin wifqa maa fil ardi min şanami
Setelah mereka menyaksikan bintang-bintang di ufuk berjatuhan
bersamaan di bumi ada kejadian berhala-berhala runtuh bergelimpangan
(شرح)
ومن بعد الذي عاينوه من شعل النار النازلة من السماء على الشياطين الذين يسترقون السمع على وفق تنكيس الأصنام التي في الأرض
Penjelasan:
“Setelah mereka menyaksikan, betapa api yang menyala dari arah langit terlempar ke arah setan yang sedang menyadap pembicaraan malaikat bertepatan pada waktu itu pula patung-patung di dunia jatuh terbalik.” Hari itu adalah hari di mana Sang Rasul terlahir ke bumi.
حتى غدا عن طريق الوحي منهزمٌ
من الشياطين يقفو إثر منهزم
Ĥattaa ghadaa ‘ an tariiqil waĥyiibmunhazimun
Minash shayaaţiini yaqfuubithra munhazimi
Hingga lenyap setan berlari terbirit-birit dari pintu langit jalan wahyu ilahi
Mereka lari mengikuti setan nan berlari tak henti
(شرح)
ولم تزل الشهب تنقض الى ان غدا عن طريق الوحي اي ذهب عن السماء هاربا اي هم الشياطين هربوا هربا بعد هرب من كثرة سقوط الشهب عليهم
Penjelasan:
“Senantiasa bintang-bintang terus-menerus jatuh terlempar ke arah setan, hingga mereka pun lari terbirit-birit meninggalkan langit karena begitu derasnya bintang-bintang tersebut berjatuhan ke arah setan-setan itu.”
كأنهم هرباً أبطال أبرهةٍ
أو عسكرٌ بالحصى من راحتيه رمى
Ka annahum haraban abţaalu abrahatin
Aw ‘ Askarin bil ĥaşaa min raaĥatayhi rumii
Mereka berlarian laksana laskar Raja Abrahah
Atau bak pasukan yang dihujani kerikil oleh tangan Rasul
(شرح)
كأن الشياطين في هربهم إبطال أبرهة في هربهم لما رموا بحجارة من سجيل وولوا هاربين أو كأن الشياطين عسكر رمي بالحصى من بطن كفيه صلى الله عليه وسلم فهرب من رميه كما وقع في غزوة حنين وبدر
Penjelasan:
“Seperti setan-setan yang lari ketakutan oleh jatuhnya bintang-bintang dari arah langit, adalah dibatalkannya Abrahah (Panglima Raja Najasyi) oleh Allah ketika hendak menyerbu ka’bah. Mereka dilempar dengan batu dari sijjil (tanah yang terbakar). Atau seperti para tentara yang juga dilempar batu kerikil oleh Allah dari kedua telapak tangan Nabi saw, sebagaimana terjadi di dalam perang Badar dan Khunain.”
Abrahah memimpin pasukannya dengan mengendarai gajah yang bermaksud untuk menghancurkan Ka’bah. Tapi mereka telah dihancurkan oleh Allah dengan kekuasaan-Nya ketika dikirim kepada mereka beribu-ribu burung yang membawa serta batu-batu kerikil berpenyakit. Sehingga Abrahah beserta seluruh tentaranya berguguran, sebelum mereka mencapai kota suci Makkah.
Sedang mayat-mayat mereka menjadi santapan binatang-binatang buas, sebagaimana layaknya binatang tersebut memakan tumbuh-tumbuhan dan daun-daunan. Seperti yang telah difirmankan oleh Allah dalam aI-Qur’an pada Surat al-Fiel:
أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصْحَابِ الْفِيلِ أَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِي تَضْلِيلٍ وَأَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا أَبَابِيلَ تَرْمِيهِمْ بِحِجَارَةٍ مِنْ سِجِّيلٍ فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَأْكُولٍ
“Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah? Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka’bah) itu sia-sia? Dan Dia mengirimkan kapada mereka burung yang berbondong-bondong, yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar, lalu Dia jadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat).
نبذاً به بعد تسبيحٍ ببطنهما
نبذ المسبِّح من أحشاءِ ملتقم
Nabdhan bihi ba ‘ da tasbiiĥin bi baţnihimaa
Nabdhal Musabbiĥi min aĥshaa- i multaqimi
Batu yang dalam genggaman kedua telapak tangan Nabi Muhammad saw lemparkan, setelah batu itu bertasbih
Itu bak terlemparnya nabi yunus dari perut ikan paus
(شرح)
إن الرسول صلى الله عليه وسلم نبذ الحصى بعد تسبيح الحصى في بطن كفيه كما نبذ الله المسبح وهو يونس عليه السلام من أحشاء الحوت
Penjelasan:
“Sesungguhnya Rasulullah saw telah melemparkan batu kerikil yang ada di telapak tangannya, setelah batu tadi bertasbih sebagaimana Allah SWT melemparkan Nabi Yunus dari perut ikan paus ke daratan.”
Allah SWT berfirman dalam surah ash Shaffat:142-145 yang berbunyi:
فَالْتَقَمَهُ الْحُوتُ وَهُوَ مُلِيمٌ فَلَوْلا أَنَّهُ كَانَ مِنَ الْمُسَبِّحِينَ لَلَبِثَ فِي بَطْنِهِ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ فَنَبَذْنَاهُ بِالْعَرَاءِ وَهُوَ سَقِيمٌ
“Maka ia ditelan oleh ikan besar dalam Keadaan tercela (karena ia lari meninggalkan kaumnya). Maka kalau Sekiranya Dia tidak Termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah, niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit. Kemudian Kami lemparkan dia (Nabi Yunus) ke daerah yang tandus, sedang ia dalam keadaan sakit.”
المعنى اي فابتلعه الحوت وهو آت بما يلام من ذهابه الى البحر وركوبه السفينة بلا إذن من ربه فلولا إنه من الذاكرين وهو يقول في بطن الحوت : لآ إله إلا أنت سبحانك إني كنت من الظالمين, لصار بطن الحوت له قبرا الى يوم القيامة فألقيناه من بطن الحوت بوجه الساحل وهو عليل
Ia (Nabi Yunus) telah ditelan oleh ikan paus karena ia telah berbuat cela, dengan pergi berlayar menaiki sebuah perahu ke lautan tanpa seizin Allah.
Sekiranya ia bukan tergolong orang yang ahli dzikir, maka niscaya ia akan berada di perut ikan paus dan akan menjadi kuburannya sampai hari kiamat. Kemudian Aku lemparkan dia ke daratan, sedang ia dalam keadaan sakit. Nabi Yunus membaca kalimat : لآ إله إلا أنت سبحانك إني كنت من الظالمين
Sebagaimana termaktub di dalam al Qur’an Surat aI-Anbiya’: 87
وَذَا النُّونِ إِذْ ذَهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ أَنْ لَنْ نَقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَى فِي الظُّلُمَاتِ أَنْ لا إِلَهَ إِلا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
“Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam Keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap (didalam perut ikan): “Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha suci Engkau, Sesungguhnya aku adalah Termasuk orang-orang yang zalim.”
Baca juga resensi buku lainnya :
- Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
- Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
- Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.




Ijin copas copas Ya Syeh…semoga bermanfaat untuk ummat….AAmiinn
Ijin copas copas Ya Syeh…semoga bermanfaat untuk ummat….AAmiinn
Terimaksih
silahkan… semoga bermanfaat…
Aamiin…Burdahan ditemoat kami setiap malam kamis
Jika ada dalam bentuk PDF nya bolehkan saya memintanya, dikirim via WA
ngga punya kang, tp silahkan copas saja artikelnya. ke depannya, kami akan coba tambahkan fitur donlot ke pdf.. haturnuhun sudah berkunjung…
Jika ada dalam bentuk PDF nya bolehkan saya memintanya, dikirim via WA
Kak, saya ijin simpan, ya.
silahkan… trims ya.. udah berkunjung
Terima kasih dari kami di Jawa Timur atas sharingnya rekan2 LTNNU Jabar..
siap… sama sama, terimakasih banyak sudah berkunjung Kang…
Mohon ijin copas, pak kiyai… 🙏
lanjut… terima kasih sudah berkunjung ya…
Izin copas ya Syekh semoga tambah berkah, Amin yaa robbal Alamin
mangga kang… lanjut..
Izin copas ya Syekh semoga tambah berkah Amin yaa robbal Alamin
siap… lanjut kang..
Ma’af ini nama Syarah nya apa, kok gak ada di internet dan di toko,
aslmkm, sdh adakah yg berbentuk PDF